Mobilitas masyarakat merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan dinamika aktivitas sosial dan ekonomi di suatu wilayah. Beragam kebutuhan, seperti bekerja, bersekolah, berbelanja, hingga berwisata, mendorong masyarakat melakukan perjalanan setiap hari. Oleh karena itu, tingginya jumlah perjalanan dari suatu daerah umumnya mencerminkan besarnya aktivitas penduduk di wilayah tersebut.
Baca Juga: 10 Kabupaten/Kota dengan Warisan Budaya Tak Benda Terbanyak di Jawa Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) berdasarkan daerah asal pada Mei 2026 mencapai 19,70 juta perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 9,01% dibandingkan April 2026 dan tumbuh 9,80% dibandingkan Mei 2025. Sementara itu, secara kumulatif selama Januari-Mei 2026, jumlah perjalanan masyarakat asal Jawa Barat mencapai 97,41 juta perjalanan atau meningkat 4,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah perjalanan masyarakat terbanyak pada Mei 2026, yakni sekitar 2,9 juta perjalanan. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bekasi dengan sekitar 2,1 juta perjalanan, disusul Kota Bekasi sebanyak 2 juta perjalanan.
Sementara itu, Kota Depok berada di peringkat keempat dengan sekitar 1,7 juta perjalanan, sedangkan Kota Bandung menempati posisi kelima dengan sekitar 1,6 juta perjalanan.
Tingginya jumlah perjalanan dari daerah-daerah tersebut menunjukkan bahwa kawasan metropolitan dan pusat pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di kawasan metropolitan dan pusat pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok merupakan bagian dari kawasan penyangga Jakarta dengan mobilitas komuter yang tinggi. Sementara itu, Kota Bandung berperan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa di Jawa Barat.
Baca Juga: 10 Kabupaten/Kota dengan Pekerja Formal Terbanyak di Jawa Barat, Bogor Memimpin
Sumber:
https://jabar.bps.go.id/id/pressrelease/2026/07/01/1295/wisman-yang-datang-langsung-ke-jawa-barat-melalui-bandara-kertajati-pada-mei-2026-tercatat-sebanyak-241-kunjungan--.html