Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPT pada November 2025 berada di angka 4,74%, turun 0,11% poin dibanding Agustus 2025 yang sebesar 4,85%. Penurunan ini menjadi sinyal perbaikan di penghujung tahun, sekaligus mencatatkan angka terendah dalam rentang dua tahun terakhir.
Jika dilihat sejak Februari 2024 hingga November 2025, pergerakan TPT cenderung fluktuatif. Pada Februari 2024, tingkat pengangguran tercatat 4,82%, lalu meningkat menjadi 4,91% pada Agustus 2024. Angka tersebut menjadi titik tertinggi dalam periode yang diamati. Kenaikan ini mengindikasikan adanya tambahan jumlah penganggur atau perlambatan penyerapan tenaga kerja pada Semester II 2024.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran Pemuda Indonesia 2020-2025
Memasuki Februari 2025, TPT kembali turun ke 4,76%, sebelum naik lagi pada Agustus 2025 menjadi 4,85%. Tren kemudian kembali membaik pada November 2025 dengan penurunan ke 4,74%. Pola ini menunjukkan bahwa pasar kerja nasional masih bergerak dinamis dan sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi, baik faktor pertumbuhan, investasi, maupun momentum musiman.
Ditinjau berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki pada November 2025 tercatat sekitar 4,75%, sedikit lebih tinggi dibanding perempuan yang berada di kisaran 4,71%. Meski selisihnya tipis, perbedaan ini menunjukkan adanya variasi dalam partisipasi dan peluang kerja antara laki-laki dan perempuan di pasar tenaga kerja.
Sementara itu, kesenjangan lebih mencolok terlihat antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada November 2025, TPT di wilayah perkotaan mencapai 5,65%, jauh lebih tinggi dibanding perdesaan yang berada di angka 3,31%. Kondisi ini mencerminkan besarnya tekanan di pasar kerja perkotaan, yang umumnya menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus tujuan utama para pencari kerja.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan pada akhir 2025, fluktuasi sepanjang periode 2024–2025 menunjukkan bahwa stabilitas pasar kerja masih perlu dijaga. Upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan sektor produktif menjadi kunci untuk menekan angka pengangguran secara berkelanjutan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Pemuda Terendah 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2547/november-2025--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-74-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-33-juta-rupiah-.html