Luas panen jagung di berbagai provinsi Indonesia pada periode Januari–April 2026 menunjukkan sebaran yang cukup beragam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa beberapa provinsi masih menjadi sentra utama produksi jagung nasional dengan luasan panen yang relatif besar.
Pada periode Januari–April 2026, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan luas panen jagung terbesar, yakni sekitar 240.174 hektare. Angka ini menurun dibandingkan periode Januari–April 2025 yang mencapai sekitar 292.959 hektare. Di luar penurunan angkanya, hal ini semakin menegaskan peran Jawa Timur sebagai salah satu lumbung jagung utama di Indonesia.
Baca Juga: Produksi Jagung Indonesia Meningkat! Simak Pergerakannya Setiap Tahun
Di posisi berikutnya terdapat Jawa Tengah dengan luas panen sekitar 130.484 hektare pada Januari–April 2026, turun dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di kisaran 149.092 hektare. Provinsi ini juga dikenal sebagai salah satu wilayah dengan produksi jagung yang stabil dari tahun ke tahun.
Dari kawasan timur Indonesia, Nusa Tenggara Barat mencatat luas panen sekitar 101.154 hektare. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan Januari–April 2025 yang tercatat sekitar 89.644 hektare. Sementara itu, Sulawesi Selatan memiliki luas panen sekitar 92.671 hektare pada periode yang sama pada 2026, relatif stabil dibandingkan sekitar 90.473 hektare pada 2025.
Kontribusi penting juga datang dari Nusa Tenggara Timur yang mencatat luas panen sekitar 84.912 hektare, meningkat dari sekitar 82.980 hektare pada tahun sebelumnya. Selain itu, Lampung memiliki luas panen sekitar 82.255 hektare, naik dibandingkan sekitar 62.128 hektare pada 2025.
Beberapa provinsi lain juga mencatat kontribusi terhadap produksi jagung nasional. Sumatra Utara memiliki luas panen sekitar 73.181 hektare pada Januari–April 2026, meningkat dibandingkan 63.664 hektare pada 2025. Sementara itu, Gorontalo tercatat sekitar 63.295 hektare, turun dari tahun sebelumnya sekitar 65.396 hektare.
Di sisi lain, Jawa Barat mencatat luas panen sekitar 52.625 hektare, meningkat dibandingkan sekitar 47.262 hektare pada 2025. Adapun Sumatra Barat menjadi provinsi penutup dalam daftar ini, dengan luas panen jagung mencapai 32.242 hektare pada 2026, sedikit meningkat dibandingkan sekitar 28.050 hektare pada tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, sebaran luas panen jagung di berbagai provinsi menunjukkan bahwa produksi jagung nasional masih ditopang oleh banyak daerah sentra. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan produksi jagung di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan dan industri ke depan.
Baca Juga: Sempat Merosot, Ini Prediksi Bulan Produksi Jagung Kembali Membaik
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2548/luas-panen-dan-produksi-jagung.html