Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat optimisme atau pesimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini, sekaligus ekspektasi mereka untuk enam bulan ke depan.
Perhitungan ini dilaksanakan secara bulanan oleh Bank Indonesia (BI) terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden (stratified random sampling) di 18 kota di Indonesia yang dihitung dengan metode balance score (net balance + 100) yang menunjukkan bahwa jika indeks di atas 100 berarti optimis dan di bawah 100 berarti pesimis.
Dalam satu tahun terakhir, nilai IKK Indonesia sejatinya menunjukkan tren kenaikan yang positif, kendati harus kembali mengalami penyusutan selama beberapa bulan ke belakang.
Baca Juga: Keyakinan terhadap Ekonomi Turun, Rumah Tangga Pilih Berjaga-jaga
Mulanya pada Juni 2025, keyakinan konsumen Indonesia terhadap kondisi perekonomian bertengger di angka 117,8. Angka ini sempat naik tipis menjadi 118,1 pada bulan Juli 2025.
Meski sempat mengalami kontraksi pada dua bulan berikutnya, yaitu merosot ke 117,2 pada Agustus dan 115,0 pada September, IKK kembali bangkit secara signifikan pada Oktober dengan capaian 121,2.
Tren penguatan ini terus berlanjut menjelang akhir tahun. Pada November 2025, nilai IKK melesat hingga 124,0, sebelum akhirnya terkoreksi tipis menjadi 123,5 pada Desember.
Memasuki tahun baru, optimisme konsumen mencapai titik tertingginya. Pada Januari 2026, IKK sukses menyentuh level 127, sekaligus sebagai periode dengan tingkat keyakinan konsumen terkuat dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Meski dibuka dengan optimisme yang memuncak, laju IKK pada bulan-bulan berikutnya justru mulai menunjukkan grafik kemunduran. Pada Februari 2026, keyakinan konsumen turun ke level 125,2.
Tren perlambatan ini terus berlanjut pada Maret 2026 yang menyentuh angka 122,9 dan sempat tertahan oleh kenaikan yang sangat tipis menjadi 123 pada April.
Tren kemunduran semakin terlihat dengan keyakinan konsumen Indonesia pada bulan Mei 2026 yang tercatat hanya mencapai 120,9. Angka ini anjlok sebesar 2,1 poin jika dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya.
Kendati nilainya menyusut, BI menegaskan bahwa persepsi konsumen terhadap laju ekonomi di Indonesia masih berada di zona yang positif dan kuat.
“Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 120,9,” tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam siaran persnya, Rabu (10/6/2026).
Nilai keyakinan konsumen pada Mei 2026 ditopang oleh persepsi kondisi saat ini dan ekspektasi ke depan. Adapun Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Mei tercatat 112,2 atau lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 116,5. Sementara, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik tipis secara bulanan menjadi 129,7 dari yang sebelumnya sebesar 129.6.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 2026
Sumber:
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2812126.aspx