Poin Penting
- Sebanyak 266 juta orang di 47 negara mengalami kerawanan pangan akut pada tahun 2025.
- Konflik menyebabkan 147,4 juta orang di 19 wilayah membutuhkan bantuan pangan mendesak.
- Nigeria memiliki jumlah penduduk terbanyak dengan kerawanan pangan akut, yaitu 30,6 juta orang.
- Sudan memiliki 8,1 juta orang dalam fase darurat (fase 4) kerawanan pangan akut.
- Sepuluh negara teratas menyumbang 66,5% dari total orang yang menghadapi kerawanan pangan akut.
Global Network Against Food Crises (GNAFC) bersama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Food Programme (WFP) merilis Global Report on Food Crises (GRFC) tahun 2026, melaporkan bahwa 22,9% dari populasi yang dianalisis atau 266 juta orang dari 47 negara mengalami tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi pada tahun 2025. Data untuk 2025 adalah data yang diperbarui hingga 15 Maret 2026.
Konflik menjadi satu di antara berbagai faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan akut. Di 19 wilayah/negara berkonflik 147,4 juta warga membutuhkan bantuan mendesak. Ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi kerawanan pangan berdasarkan laporan dari 30 negara/wilayah.
Menurut Integrated Food Security Phase Classification (IPC/CH), Nigeria jadi negara dengan jumlah penduduk yang menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi terbanyak, tembus 30,6 juta orang. Posisinya diikuti Republik Demokratik Kongo dengan 27,7 juta orang dan Sudan sebanyak 24,6 juta orang.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Tertinggi 2025
Walau berada di urutan ketiga, jumlah warga yang masuk klasifikasi darurat (fase 4) di Sudan jauh lebih tinggi dibanding negara lain dalam daftar, tembus 8,1 juta orang.
Di posisi keempat terdapat Yaman dengan jumlah 18,1 juta orang, menjadikannya sebagai salah satu negara yang secara konsisten masuk ke dalam sepuluh negara dengan kerawanan pangan akut tertinggi sejak tahun 2016.
Menyusul Yaman, sebanyak 17,4 juta orang di Afghanistan berhasil terekam, disusul oleh Myanmar yang mencapai hingga 16,7 juta orang. Sementara itu, Bangladesh mengisi posisi ketujuh dengan total 16 juta orang.
Selanjutnya, Pakistan menduduki urutan kedelapan dengan 11 juta orang yang mengalami kerawanan pangan akut, dilanjutkan oleh Sudan Selatan sebesar 7,7 juta orang. Suriah menutup sepuluh daftar negara/wilayah teratas dengan kerawanan pangan akut yang mencapai 7,2 juta orang.
Sepuluh negara yang tercatat menyumbang 66,5% dari total 266 juta orang yang menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi.
Kecuali Suriah, sembilan dari sepuluh negara di atas memiliki data yang dapat diuraikan menurut fase IPC/CH pada tahun 2025. Kesembilan negara ini mewakili 77,5% dari total jumlah orang di 38 negara/wilayah dengan data IPC/CH.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Indeks Ketahanan Pangan Terendah 2025
Sumber:
https://www.fightfoodcrises.net/global-report-food-crises