10 Orang Terkaya di Indonesia Agustus 2026, Low Tuck Kwong Pimpin Urutan Pertama

Low Tuck Kwong jadi orang terkaya di Indonesia, kekayaannya tembus US$16,8 miliar per Agustus 2026.

10 Orang Terkaya di Indonesia

(Per 6 Agustus 2026)
Ukuran Fon:

Sektor strategis seperti pemanfaatan energi, perbankan, hingga penyediaan infrastruktur digital, secara nyata terus menjadi instrumen pencetak kekayaan paling masif bagi para pengusaha di Tanah Air. Pergerakan bisnis berskala raksasa yang semakin lincah pada era modern ini memunculkan figur-figur tangguh sebagai pengendali utama berbagai urat nadi perekonomian nasional.

Dominasi para tokoh bisnis ini tidak hanya sekadar merefleksikan keberhasilan finansial pribadi, melainkan juga menjadi indikator kokohnya fondasi kemajuan berbagai sektor industri fundamental yang menopang hajat hidup orang banyak.

Merujuk Forbes Real-Time Billionaires pada Agustus 2026, Low Tuck Kwong kokoh menempati urutan pertama dengan total kekayaan bersih mencapai US$16,8 miliar. Sosok yang dikenal luas sebagai raja batu bara sekaligus pendiri Bayan Resources ini berhasil mengungguli deretan nama besar lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Orang Kaya Menyumbang Sebagian Besar Emisi Global 2025

Posisi kedua kemudian ditempati secara meyakinkan oleh Prajogo Pangestu dengan nilai kekayaan yang menyentuh US$16,3 miliar. Pengusaha gigih yang mengawali kariernya di bisnis perkayuan ini kini semakin berjaya berkat manuver ekspansinya yang amat tajam di sektor petrokimia serta energi terbarukan.

Menyusul kokoh di peringkat ketiga, terdapat figur Robert Budi Hartono dengan total kekayaan sebesar US$16 miliar. Sumber utama pundi-pundi kekayaannya ditopang amat kuat oleh kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia serta dominasi industri kretek di seluruh penjuru Nusantara.

Urutan keempat diisi oleh Anthoni Salim yang memimpin Grup Salim dengan total kekayaan senilai US$10,8 miliar. Portofolio investasinya yang sangat luas, mulai dari industri makanan ritel hingga jejaring telekomunikasi, membuat posisinya amat tangguh.

Menutup kelompok lima besar, hadir sosok Tahir beserta keluarganya yang membukukan kekayaan senilai US$9,4 miliar melalui kemegahan imperium Grup Mayapada.

Bangku keenam diduduki secara mantap oleh Sri Prakash Lohia yang meraup kekayaan senilai US$8,3 miliar lewat kelincahan operasi raksasa petrokimia Indorama Corp. Kejutan menarik terpampang jelas pada urutan ketujuh dan kedelapan, yang dikuasai secara beriringan oleh dua pendiri perusahaan pusat data DCI Indonesia.

Otto Toto Sugiri berada di posisi ketujuh dengan raihan US$8,1 miliar, sedangkan koleganya Marina Budiman menyusul di peringkat kedelapan dengan kekayaan US$5,8 miliar. Pencapaian menakjubkan dari dua figur teknologi ini membuktikan secara gamblang, betapa masifnya potensi nilai ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Melengkapi deretan 10 sosok mentereng ini, terdapat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono pada posisi kesembilan dengan agregat kekayaan US$4,6 miliar yang ditopang oleh bisnis kelapa sawit dan pertambangan nikel.

Terakhir, terdapat figur pendiri Grup Triputra, yaitu Theodore Rachmat, dengan total kekayaan bersih yang menyentuh US$4,3 miliar.

Baca Juga: Benarkah Perbedaan Kaya dan Miskin di Indonesia Semakin Melebar?

Sumber:

https://www.forbes.com/real-time-billionaires/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook