Persentase Perempuan di Parlemen DIY, Daerah Mana yang Tertinggi?

Keterlibatan perempuan di parlemen DIY mencapai 18,18%, tertinggi Gunungkidul 26,67%, disusul Sleman 26% dan Bantul 20,45%.

Daerah dengan Persentase Keterlibatan Perempuan Tertinngi di Parlemen DIY

(Tahun 2025)

Keterlibatan perempuan dalam politik tidak berhenti pada hak untuk memilih dalam pemilu, tetapi juga mencakup kesempatan untuk menduduki jabatan dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Salah satu ruang politik tersebut adalah lembaga legislatif.

Anggota parlemen memiliki peran dalam pembentukan peraturan, pembahasan anggaran, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Dengan demikian, kehadiran perempuan di parlemen turut menentukan seberapa besar perempuan terlibat langsung dalam proses politik di tingkat daerah.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Perempuan Terbanyak di Kursi Parlemen 2025

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), persentase keterlibatan perempuan di parlemen pada 2025 tercatat sebesar 18,18%. Namun, angka tersebut belum menggambarkan kondisi di setiap kabupaten dan kota. Keterwakilan perempuan ternyata berbeda cukup jauh antardaerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui pada 27 Agustus 2026, Kabupaten Gunungkidul mencatat keterlibatan perempuan tertinggi di DIY, yakni 26,67%. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sleman dengan persentase 26%, hanya terpaut 0,67 poin persentase dari Gunungkidul.

Sementara itu, Kabupaten Bantul berada di urutan berikutnya dengan keterlibatan perempuan sebesar 20,45%. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata provinsi DIY yang mencapai 18,18%.

Di sisi lain, Kabupaten Kulon Progo mencatat persentase sebesar 17,50%. Angka ini berada sedikit di bawah capaian tingkat provinsi. Sementara itu, Kota Yogyakarta memiliki persentase keterlibatan perempuan terendah di DIY, yaitu 12,50%.

Jika dilihat secara keseluruhan, tiga kabupaten berada di atas rata-rata provinsi, sedangkan Kulon Progo dan Kota Yogyakarta berada di bawahnya. Pola tersebut memperlihatkan bahwa keterlibatan perempuan di parlemen DIY belum merata. Tingginya capaian di beberapa daerah juga belum otomatis mencerminkan kondisi yang sama di seluruh wilayah.

Perbedaan antardaerah ini membuat data keterwakilan perempuan tidak cukup dibaca dari angka provinsi saja. Ke depan, peningkatan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dapat terus menjadi bagian dari perkembangan demokrasi di tingkat daerah. Semakin terbukanya ruang partisipasi bagi perempuan diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam proses perumusan kebijakan serta memperkuat keterwakilan masyarakat dalam lembaga parlemen.

Baca Juga: Keterwakilan Perempuan Masih Rendah, Ini 10 Daerah Terbawah di Parlemen Jawa Barat

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDY0IzI=/keterlibatan-perempuan-di-parlemen.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc