Poin Penting
- Sebanyak 61,1% responden tidak yakin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan berkembang maju.
- Hanya 25% publik yang menaruh optimisme terhadap kemajuan program KDMP.
- Sebanyak 13,9% responden memilih tidak menjawab atau tidak tahu terkait program KDMP.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan menyatakan KDMP adalah infrastruktur penyalur bantuan sosial dan subsidi pemerintah.
- KDMP juga dirancang sebagai penyerap utama hasil produksi pertanian masyarakat.
Pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tampaknya masih harus menghadapi tantangan dalam meraih kepercayaan masyarakat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), mayoritas publik Indonesia masih menyatakan ketidakyakinan mereka terhadap prospek keberhasilan inisiatif pemerintah ini.
Sebanyak 61,1% responden mengaku tidak yakin bahwa KDMP di wilayahnya akan berkembang maju. Jika dirinci, besarnya angka sentimen negatif ini disumbang oleh kelompok publik yang merasa kurang yakin sebesar 38,9%, serta 22,2% sisanya yang secara mutlak menyatakan tidak yakin sama sekali.
Baca Juga: Bagaimana Penilaian Anak Muda RI terhadap Pembangunan KDMP?
Di sisi lain, masih terdapat sebagian kecil publik yang menaruh optimisme terhadap kemajuan program KDMP ini, meski proporsinya hanya menyentuh angka 25%.
Dari kelompok minoritas tersebut, hanya 2,4% responden yang menjawab sangat yakin, sementara 22,6% sisanya menyatakan cukup yakin terhadap perkembangan program ini.
Kendati demikian, survei ini juga merekam adanya kelompok responden yang memilih untuk tidak menjawab atau mengaku tidak tahu, yaitu sebesar 13,9%, menandakan bahwa masih ada publik yang sama sekali tidak menaruh perhatian terhadap eksistensi program unggulan presiden tersebut.
Walaupun tingkat keyakinan publik tergolong rendah, pemerintah memastikan kesiapan dan fungsi strategis program ini dengan menegaskan peran sentral KDMP sebagai infrastruktur utama penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah sekaligus penyerap hasil panen masyarakat desa.
“Koperasi Desa Merah Putih itu adalah infrastrukturnya pemerintah. Untuk menyampaikan barang-barang yang bantuan, bantu sosial, kemudian barang-barang subsidi, semua nanti melalui koperasi,” jelas Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Selain itu, koperasi ini juga dirancang untuk hadir sebagai offtaker atau penyerap utama hasil produksi pertanian masyarakat. Peran ini krusial sebagai jaring pengaman ekonomi desa, terutama ketika harga komoditas pertanian sedang anjlok hingga berada di bawah standar harga ketetapan pemerintah.
Senada, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menambahkan bahwa pembentukan KDMP diproyeksikan bakal memberikan manfaat sirkuler yang nyata bagi perputaran ekonomi lokal.
“Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa. Termasuk sisanya yang 80% akan kembali ke rakyat di desa itu,” imbuhnya.
Pengumpulan data dalam survei bertajuk Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP ini dilakukan secara kualitatif melalui wawancara, baik secara tatap muka dengan metode stratified multistage random sampling maupun via telepon menggunakan metode double sampling.
Dengan total responden sebanyak 749 orang yang telah memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, survei ini dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Adapun margin of error dalam survei sebesar 3,7% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Baca Juga: Agrinas Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India, Berisiko Rugikan Ekonomi Rp39 T
Sumber:
https://saifulmujani.com/program-khusus-presiden-mbg-dan-kdmp/