Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu program pemerintah yang banyak mendapat perhatian publik sejak diperkenalkan pada 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa melalui pengembangan koperasi.
Namun, implementasinya juga memunculkan beragam tanggapan, mulai dari harapan akan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga kritik mengenai kesiapan pelaksanaan, efektivitas, serta potensi tumpang tindih dengan koperasi desa yang telah ada.
Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan pembentukan puluhan ribu KDMP di berbagai daerah. Program ini mencakup penyediaan sarana usaha, penguatan kelembagaan koperasi, hingga pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa.
Di tengah percepatan tersebut, persepsi publik, khususnya generasi muda, menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana program ini memperoleh dukungan. Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas mengeluarkan National Kawula17 Survey Q2 2026 untuk memahami persepsi generasi muda terhadap kinerja dan program pemerintah. Survei ini dilakukan pada 19-21 Juni 2026 menggunakan metode Computer-Assisted Self-Interviewing (CASI) atau survei daring terhadap 409 responden berusia 17-35 tahun di seluruh Indonesia. Komposisi responden terdiri atas 56% dari Pulau Jawa, 22% dari Sumatra, dan 22% dari wilayah lainnya.
Hasil survei menunjukkan bahwa 50% responden menyatakan sangat tidak puas terhadap pembangunan KDMP. Sementara itu, 22% mengaku agak puas, 26% merasa puas atau sangat puas, sedangkan sekitar 2% tidak memberikan jawaban. Perbandingan antara kelompok yang puas dan tidak puas menghasilkan NET score sebesar -24, menandakan tingkat kepuasan bersih masih berada di zona negatif.
Temuan ini menempatkan pembangunan KDMP sebagai salah satu program pemerintah yang memperoleh penilaian negatif dari lebih banyak responden muda dibandingkan penilaian positif. Meski demikian, tingkat ketidakpuasannya masih lebih rendah dibandingkan kebijakan kenaikan harga BBM yang mencatat NET score -45 dalam survei yang sama.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembangunan KDMP masih menghadapi tantangan dalam memperoleh penerimaan di kalangan generasi muda. Seiring program terus berjalan, efektivitas implementasi, tata kelola koperasi, serta manfaat yang diterima masyarakat akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi penilaian publik pada masa mendatang.
Baca Juga: Simak Sebaran Koperasi Merah Putih di Jakarta per Juli 2026
Sumber:
https://kawula17.id/