52% Publik Pertimbangkan Memilih Partai yang Didukung Tokoh Nasional

Sebanyak 21% publik sangat mempertimbangkan dukungan tokoh nasional, sementara 31% lainnya mempertimbangkan tetapi belum tentu memilih.

Pertimbangan Publik terhadap Partai yang Didukung Tokoh Nasional

(Tahun 2026)

Dukungan tokoh nasional berperan besar dalam menarik perhatian pemilih. Nama besar serta kedekatan mereka dengan masyarakat mampu membentuk citra partai, meski keputusan akhir pemilih tetap dipengaruhi berbagai pertimbangan lain.

Tempo Data Science memotret dinamika tersebut dalam Survei Publik terhadap Kinerja Pemerintah dan Dinamika Politik Nasional. Salah satu aspek yang diukur adalah sejauh mana dukungan tokoh nasional dipertimbangkan dalam menentukan pilihan terhadap partai politik.

Survei digelar pada 31 Juli-11 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.260 responden di 38 provinsi, dengan sampling error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Hasilnya, 52% responden mempertimbangkan partai yang didukung tokoh nasional. Angka tersebut terdiri dari 21% yang sangat mempertimbangkan dan 31% yang mempertimbangkan tetapi belum tentu memilih.

Baca Juga: 10 Partai Politik dengan Elektabilitas Tertinggi 2026, Gerindra Kokoh di Puncak

Fenomena kedekatan antara tokoh nasional dan partai politik juga terlihat dari langkah Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan aktif mendampingi PSI. Sejumlah politikus pun disebut mulai merapat ke PSI seiring meningkatnya perannya di partai tersebut.

Di sisi lain, 39% publik tidak mempertimbangkan dukungan tokoh nasional dalam memilih partai. Rinciannya yakni 25% tidak terlalu mempertimbangkan dan 14% tidak akan mempertimbangkan, sedangkan 9% lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.

Respons terhadap dukungan Jokowi untuk PSI pun terbagi. Sebanyak 23% menyatakan akan atau mungkin memilih PSI setelah mengetahui dukungan Jokowi, sementara 64% lainnya mungkin tidak atau tidak akan memilihnya.

Terlepas dari pengaruh tokoh nasional, keputusan politik mayoritas responden tetap ditentukan oleh diri sendiri, yakni sebesar 74%. Pasangan menjadi pihak yang paling banyak berpengaruh setelahnya dengan 12%, sedangkan orang tua, anak, tokoh tertentu, maupun anggota keluarga lainnya memiliki pengaruh yang relatif kecil.

Dukungan tokoh nasional menjadi salah satu pertimbangan publik dalam menentukan pilihan partai politik, tetapi pengaruh tersebut tidak selalu berujung pada keputusan untuk memilih. Pada akhirnya, pilihan politik tetap banyak ditentukan oleh preferensi pribadi.

Baca Juga: PKB Punya Pemilih Paling Loyal, Seperti Apa Persepsi Pemilih terhadap Partai Politik?

Sumber:

https://www.youtube.com/live/SyUvBkZ4Qno?si=BoYW3moW4Gyc0aTV

Rosita Fatimah Azahra
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc