Simak Ragam Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu di Jawa pada 2025

Jawa memproduksi 23 jenis HHBK sepanjang 2025, mulai dari bambu, rotan, gula aren, hingga sarang burung walet

Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu di Jawa

(Tahun 2025)

Pulau Jawa menghasilkan beragam hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi, seperti bahan bangunan, pangan, obat-obatan, hingga bahan baku industri dan kerajinan.

Berbeda dengan hasil hutan berupa kayu, HHBK dapat dimanfaatkan tanpa harus menebang pohon sehingga berperan dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan. Potensi tersebut mendorong pemerintah untuk terus mengembangkan komoditas HHBK sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berbagai jenis HHBK di Jawa sepanjang 2025 melalui laporan Statistik Produksi Kehutanan 2025. Data tersebut dihimpun melalui sensus berbasis Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI) yang melibatkan Dinas Kehutanan yang menangani bidang kehutanan provinsi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Produksi 15 Juta Batang Bambu pada 2025

Produksi HHBK di Jawa meliputi bambu sebanyak 15.000.244,00 batang, rotan sebanyak 75,65 ton, gula aren sebesar 401.718,40 liter, getah pinus mencapai 80.334,63 ton, getah karet sebanyak 59.832,02 ton, buah-buahan dengan 3.760,96 ton, umbi-umbian sebanyak 15.215,81 ton, madu mencapai 146,57 ton, tumbuhan obat sebesar 4.987,02 ton, daun kayu putih sebesar 3.119,04 ton, serta jamur dengan 2.910,40 ton.

Komoditas lainnya yang turut diproduksi di Jawa antara lain kopal (resin) sebesar 240,09 ton, daun-daunan dengan 294,96 ton, minyak kayu putih sebanyak 234,60 liter, damar (resin) dengan 66,31 ton, kapuk randu sebesar 67,24 ton, rebung sebanyak 6,87 ton, atsiri cengkeh mencapai 2,62 liter, atsiri mawar sebesar 2,60 liter, pandan (daun) sebanyak 0,57 ton, seedlak (resin) sebanyak 0,09 ton, serta sarang burung walet sebesar 0,03 ton.

Di balik beragamnya produksi HHBK tersebut, penguatan tata kelola menjadi salah satu fokus pemerintah. Kapasitas tenaga teknis terus ditingkatkan agar pemanfaatan HHBK berlangsung secara profesional, tertib, dan berkelanjutan melalui Kementerian Kehutanan.

Selain jalan dengan itu, pemerintah berupaya mengembangkan berbagai komoditas HHBK agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Beragamnya komoditas HHBK di Jawa menjadi gambaran potensi sumber daya hutan yang dapat terus dikembangkan. Pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Baca Juga: Kerusakan Akibat Tambang Jadi Isu Lingkungan yang Paling Dikhawatirkan Anak Muda Q2 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/07/31/e6e64ff83c3673a1ba1eb5b6/statistik-produksi-kehutanan-2025.html

Rosita Fatimah Azahra
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc