Indonesia Produksi 15 Juta Batang Bambu pada 2025

Tren produksi bambu Indonesia terus meningkat sepanjang 2025, dengan total mencapai 15.000.969 batang. Capaian tertinggi tercatat pada Triwulan IV.

Perkembangan Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu Komoditas Bambu di Indonesia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Bambu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki waktu tumbuh relatif cepat dengan beragam nilai ekonomi, seperti untuk bahan bangunan, furnitur, hingga kerajinan. Komoditas ini juga menjadi alternatif pemanfaatan sumber daya hutan tanpa bergantung pada hasil kayu.

Sejalan dengan itu, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui berbagai programnya mendorong masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan untuk mengelola dan memanfaatkan hasil hutan secara bertanggung jawab.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Data Kehutanan Triwulanan 2025 mencatat produksi bambu di Indonesia terus mengalami peningkatan sepanjang tahun. Data tersebut diperoleh melalui sensus berbasis Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI) yang melibatkan Dinas Kehutanan provinsi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Tebu Jadi Hasil Hutan Bukan Kayu dengan Produksi Tertinggi 2024

Pada Triwulan I 2025, produksi bambu tercatat sebanyak 3.302.882 batang. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 3.770.535 batang pada Triwulan II atau bertambah sekitar 467 ribu.

Tren positif itu berlanjut pada Triwulan III dengan produksi mencapai 3.828.837 batang atau meningkat 58 ribu dibandingkan sebelumnya. Memasuki Triwulan IV, produksinya bertambah hampir dua kali lipat, yaitu mencapai 4.098.715 batang. Angka ini menjadi capaian tertinggi sepanjang 2025 dengan tambahan sekitar 269 ribu dibandingkan Triwulan III.

Meningkatnya produksi bambu menjadi peluang bagi pengembangan industri hilir berbasis hasil hutan bukan kayu. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perindustrian tengah menyusun roadmap Pengembangan Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi untuk memperkuat pengembangan industri bambu dari hulu hingga hilir.

“Peta jalan ini mencakup rangkaian program penting, mulai dari penguatan agroforestry pascapanen, pembentukan sentra-sentra bambu, pendirian Bamboo Academy, hingga pembentukan pusat logistik bambu guna memastikan pasokan bahan baku yang lebih terstruktur dan efisien,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita pada Jumat (21/11/2025), mengutip rilis pers Kementerian Perindustrian.

Apabila roadmap tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, peningkatan produksi bambu sepanjang 2025 berpeluang menjadi modal bagi pengembangan industri hilir berbasis hasil hutan bukan kayu. Melalui upaya tersebut, komoditas bambu dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar melalui berbagai produk olahan.

Baca Juga: 10 Kabupaten dengan Deforestasi Tertinggi 2025, Kalimantan dan Papua Dominasi

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/07/31/e6e64ff83c3673a1ba1eb5b6/statistik-produksi-kehutanan-2025.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook