SMK Jadi Kelompok dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi Mei 2026
SMK mencatat TPT tertinggi sebesar 7,68% pada Mei 2026, jauh di atas angka pengangguran nasional yang mencapai 4,65%.
Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Terakhir
(Mei 2026)
Unduh
Pendidikan menjadi salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan peluang seseorang memasuki dunia kerja. Semakin sesuai kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan industri, semakin besar pula peluang tenaga kerja untuk terserap. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa lulusan pendidikan menengah kejuruan masih menghadapi tantangan cukup besar dalam memperoleh pekerjaan.
Baca Juga: Lulusan SMK Paling Minim Terserap Pasar Kerja per Februari 2026
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,65%. Angka tersebut turun 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026. TPT sendiri merupakan indikator yang menggambarkan tenaga kerja yang belum terserap oleh pasar kerja.
Jika dilihat berdasarkan pendidikan terakhir yang ditamatkan, lulusan SMK memiliki TPT paling tinggi, yakni mencapai 7,68%. Angka ini turun 0,06 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 7,74%. Meski menurun, tingkat pengangguran lulusan SMK masih berada jauh di atas rata-rata nasional.
Di bawah lulusan SMK, kelompok dengan TPT tinggi berikutnya berasal dari lulusan SMA yang mencapai 6,17%. Selanjutnya, lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 memiliki TPT sebesar 6,09%. Sementara itu, TPT lulusan Diploma I/II/III tercatat 4,75%, sedikit lebih tinggi dibandingkan TPT nasional.
Adapun lulusan SMP memiliki TPT sebesar 4,16%, sedangkan kelompok dengan TPT paling rendah adalah penduduk yang berpendidikan SD ke bawah, yakni 2,31%. Dengan demikian, terdapat selisih sebesar 5,37 poin persentase antara TPT lulusan SMK dan kelompok pendidikan dengan TPT terendah tersebut.
Tingginya TPT lulusan SMK menjadi perhatian karena pendidikan vokasi dirancang untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Namun, angka pada Mei 2026 menunjukkan bahwa keunggulan tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam penyerapan tenaga kerja. Pada periode yang sama, lulusan SMK menyumbang 13,12% dari keseluruhan penduduk yang bekerja.
Di sisi lain, tingginya TPT lulusan SMK tidak serta-merta menunjukkan bahwa pendidikan vokasi gagal. Angka tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat keterhubungan antara sekolah, industri, dan kebutuhan pasar kerja. Pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, peningkatan keterampilan praktis, sertifikasi kompetensi, serta perluasan kesempatan magang dapat menjadi langkah untuk memperbesar peluang lulusan SMK memperoleh pekerjaan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi per Mei 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2606/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-65-persen---rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-39-juta-rupiah-.html
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: