Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) terus menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisnus mencapai 106,2 juta perjalanan, meningkat 8,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Dibandingkan April 2026, jumlah perjalanan juga naik 8,83%, menandakan aktivitas wisata domestik kembali bergeliat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisnus telah mencapai 523,2 juta perjalanan, atau tumbuh 2,86% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Baca Juga: Semarang Jadi Magnet Wisatawan Lokal di Jawa Tengah
Pulau Jawa masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik. Sebanyak 65,64% dari total perjalanan wisnus pada Mei 2026 memiliki tujuan ke provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut didukung oleh kelengkapan infrastruktur transportasi, beragam destinasi wisata, pusat ekonomi, hingga tingginya mobilitas penduduk antardaerah.
Berdasarkan data BPS, Jawa Barat menjadi provinsi favorit tujuan wisata nusantara dengan 19,5 juta perjalanan selama Mei 2026. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur sebanyak 17,1 juta perjalanan, disusul Jawa Tengah dengan 14,2 juta perjalanan. Ketiga provinsi tersebut menjadi destinasi utama wisatawan domestik berkat kombinasi wisata alam, budaya, kuliner, hingga perjalanan bisnis yang terus menarik minat masyarakat.
Di luar tiga besar, DKI Jakarta mencatat 8,8 juta perjalanan, diikuti Banten sebanyak 5,8 juta perjalanan dan Sumatra Utara dengan 5,1 juta perjalanan. Sementara itu, DI Yogyakarta yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan pendidikan mencatat 4,2 juta perjalanan, diikuti Sulawesi Selatan sebanyak 3,7 juta perjalanan. Adapun Lampung dan Bali melengkapi daftar sepuluh besar dengan masing-masing 2,3 juta perjalanan.
BPS juga mencatat sejumlah provinsi mengalami pertumbuhan kunjungan yang cukup tinggi dibandingkan Mei 2025. Aceh menjadi provinsi dengan peningkatan terbesar sebesar 28,38%, disusul Jawa Tengah sebesar 27,24% dan DI Yogyakarta sebesar 19,41%. Secara bulanan, Lampung mencatat kenaikan tertinggi dibandingkan April 2026, yakni 26,41%, menunjukkan meningkatnya daya tarik destinasi wisata di provinsi tersebut.
Meningkatnya perjalanan wisata domestik menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata nasional. Tingginya mobilitas masyarakat tidak hanya mendorong pertumbuhan industri pariwisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor transportasi, akomodasi, kuliner, hingga usaha mikro di berbagai daerah tujuan wisata.
Baca Juga: 5 Destinasi Favorit Wisatawan di Jawa Barat, Bogor Memimpin!
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/07/01/2588/mei-2026--kunjungan-wisman-di-indonesia-mencapai-1-38-juta-kunjungan--jumlah-perjalanan-wisnus-106-16-juta--jumlah-perjalanan-wisnas-550-38-ribu--dan-tingkat-penghunian-kamar--tpk--di-hotel-bintang-50-76-persen-.html