Warga Bali Habiskan Rp104 Ribu untuk Keperluan Pesta & Upacara, Ini Rinciannya

Pengeluaran untuk upacara agama dan adat jadi yang paling tinggi, rata-rata tembus Rp64 ribu per bulan.

Pengeluaran Warga Bali Menurut Jenis Pesta dan Upacara/Kenduri

(Maret 2025)

Rendahnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan menunjukkan bahwa kebutuhan dasar pangan masyarakat semakin terpenuhi. Kondisi ini memungkinkan masyarakat untuk mengalokasikan porsi pengeluaran yang lebih besar pada kebutuhan di luar makanan.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 oleh Badan Statistik Pusat (BPS) dalam publikasi Pola Konsumsi dan Distribusi Provinsi Bali 2025 menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk konsumsi bukan makanan di Bali mencapai Rp1,13 juta.

Pola konsumsi dan pengeluaran rumah tangga umumnya dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, suku atau etnis, budaya, serta perubahan waktu. Susenas Maret 2025 memperlihatkan bagaimana faktor etnis dan budaya memberi corak pada pola konsumsi masyarakat Bali yang condong terhadap keperluan pesta dan upacara, mengambil 9,12% dari total keseluruhan pengeluaran bukan makanan.

Rata-rata pengeluaran penduduk Bali untuk keperluan pesta dan upacara mencapai Rp104 ribu per bulan, naik 7,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terendah per Mei 2026, Bali di Puncak!

Hal tersebut menjadikan Bali sebagai provinsi dengan pengeluaran untuk pesta dan upacara terbesar, jauh melampaui Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada di posisi kedua.

Persentase pengeluaran untuk pesta dan upacara di daerah perdesaan lumayan cukup tinggi sebesar 11,05%, selisih 2,31% dengan daerah perkotaan yang mencapai 8,76%. Tingginya angka di daerah perdesaan Bali disebabkan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan tradisi, struktur sosial, dan ekonomi perdesaan.

Jika ditilik berdasarkan jenis komoditas yang dikonsumsi untuk keperluan pesta dan upacara, rata-rata konsumsi untuk keperluan upacara agama atau adat lainnya berada di posisi teratas, tepatnya senilai Rp64 ribu. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp2 ribu daripada rata-rata tahun 2024.

Selanjutnya, posisi kedua diisi oleh perkawinan sebesar Rp16 ribu yang disusul perayaan hari agama dengan nilai sebanyak Rp14 ribu. Sementara itu, posisi keempat diduduki biaya pemakaman yang hanya meraup rata-rata hingga Rp5,3 ribu.

Khitanan dan ulang tahun serta biaya penyelenggaraan ibadah haji menutup daftar rata-rata pengeluaran konsumsi terbesar berdasarkan jenis upacara dengan masing-masing hanya mencapai angka Rp1,7 ribu dan Rp1,1 ribu.

Baca Juga: Bali dan Nusa Tenggara Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Regional pada Triwulan II 2026

Sumber:

https://bali.bps.go.id/id/publication/2026/07/30/e65148de39f3d5c763f22e05/pola-konsumsi-dan-distribusi-pendapatan-provinsi-bali-2025.html

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc