5 Brand Sunscreen & Aftersun Terlaris di E-Commerce April 2026, Mana Favoritmu?

Wardah dominasi pasar sunscreen aftersun dengan pangsa penjualan mencapai 8,8% melalui beberapa strategi khusus.

5 Brand Sunscreen Aftersun Terlaris di E-Commerce

(April 2026)
Ukuran Fon:

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar matahari terus meningkat. Hal ini terlihat dari persaingan yang semakin ketat di kategori sunscreen aftersun di e-commerce. Berdasarkan data Compas periode April 2026, Wardah berhasil memimpin pasar dengan pangsa penjualan 8,8%, diikuti Facetology (6,8%), Azarine (5,2%), Skin1004 (4,5%), dan Skintific (4,3%).

Di tengah banyaknya pilihan produk lokal maupun global, Wardah kembali menunjukkan dominasinya. Lalu, apa yang membuat brand ini mampu berada di posisi teratas?

Menurut Compas, faktor pertama adalah keberhasilan Wardah menghadirkan inovasi format hybrid yang menggabungkan fungsi skincare dan kosmetik dalam satu produk. Salah satu hambatan terbesar penggunaan sunscreen adalah tekstur yang terasa lengket atau meninggalkan efek white cast.

Baca Juga: 10 Brand Face Wash Pria Terlaris di Shopee Indonesia Q2 2025, Mana Favoritmu?

Wardah menjawab tantangan tersebut melalui sunscreen berbasis serum dan gel yang lebih ringan digunakan sehari-hari. Bahkan, lebih dari 50,53% pangsa penjualannya berasal dari produk sunscreen dengan format ringan tersebut. Sementara itu, sekitar 30% penjualan lainnya didorong oleh varian tinted dan tone up yang sekaligus memberikan efek kosmetik pada kulit.

Faktor kedua adalah strategi portofolio perlindungan multi-tier. Alih-alih bergantung pada satu jenis perlindungan, Wardah membagi penjualannya secara merata ke beberapa tingkat SPF yang berbeda.

Varian SPF 50 menjadi kontributor utama dengan porsi 66,19%, sementara lini SPF 30 dan SPF 35 juga mencatat kontribusi besar dengan pangsa gabungan mencapai 53,55%. Kehadiran berbagai pilihan ini membuat konsumen dapat memilih produk sesuai kebutuhan aktivitas dan kondisi kulit mereka.

Faktor ketiga adalah arsitektur distribusi hybrid yang memadukan kekuatan direct-to-consumer (D2C) dan jaringan beauty reseller berskala besar. Wardah tidak hanya mengandalkan official store, tetapi juga memperluas distribusi melalui berbagai toko kecantikan besar di marketplace maupun toko offline.

Baca Juga: 10 Brand Facial Mist Terlaris di Shopee Indonesia Q1 2026, Mana Favoritmu?

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DZE9wfXku_o/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook