57% Lembaga Pendidikan Indonesia Pilih Operator IndiHome

IndiHome menjadi layanan internet teratas yang dipilih oleh lembaga pendidikan nasional dengan persentase sebesar 57,1%

10 Provider Internet Utama Pilihan Lembaga Pendidikan Nasional

(Tahun 2026)

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar pada dunia pendidikan. Internet saat ini telah menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran di era digitalisasi, memberikan kemudahan akses terhadap informasi dan sumber belajar yang lebih cepat.

Digitalisasi pembelajaran meningkatkan kolaborasi antarwilayah maupun internasional melalui diskusi daring serta seminar virtual. Dengan melesatnya kebutuhan akan internet, Internet Service Provider (ISP) hadir sebagai pelengkap guna memenuhi koneksi internet yang memadai.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melalui Profil Internet Indonesia 2026 mencatat bahwa terdapat 84,2% responden lembaga pendidikan yang menggunakan langganan internet kabel/fiber dan 13,8% lainnya wireless (nirkabel).

Penyedia jasa internet unggulan dari PT. Telekomunikasi Indonesia yakni IndiHome, menjadi layanan internet tetap yang banyak dipilih oleh berbagai lembaga pendidikan nasional dengan persentase mencapai 57,1%, selisih sangat jauh jika dibandingkan Biznet sebesar 8,4%.

Baca Juga: Ini Operator WiFi Favorit Warga Indonesia 2025

Selanjutnya, IndiBiz menempati posisi ketiga dengan persentase 3,8%, diikuti oleh MyRepublic dengan 3,3% dan IConnet sebesar 3,0%. Sementara itu, XL Home mengisi urutan keenam dengan 2,7%.

Oxygen, First Media, iFORTE dan MNC Play menutup daftar provider teratas pilihan lembaga pendidikan nasional dengan nilai persentase yang sama, yakni sebesar 1,1%.

Sementara itu, sebanyak 16,3% responden menjawab layanan lainnya yang tidak disebutkan dalam daftar.

Adapun alasan pemilihan jasa layanan internet tetap oleh responden juga sangat beragam. Sebanyak 43,4% memilih karena layanan tersebut paling bagus di lokasi responden lembaga pendidikan berada, 25,7% lainnya menjawab pelayanan yang bagus, dan 20,2% tergiur oleh harga promo menarik.

Survei oleh APJII ini diadakan pada tanggal 1 Februari hingga 15 Maret 2026 kepada lembaga pendidikan yang menggunakan internet untuk operasionalnya dengan metode wawancara tatap muka. Terdapat 304 responden yang berpartisipasi secara proporsional dari 38 provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Mayoritas Warganet RI Habiskan 4-6 Jam Sehari untuk Mengakses Internet

Sumber:

https://survei.apjii.or.id/

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc