57% Publik RI Tak Percaya BGN Akan Lebih Baik Usai Perombakan Pejabat

Survei IPO menunjukkan sebanyak 57% publik tidak percaya BGN akan lebih baik setelah perombakan pejabat.

Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Perbaikan BGN Usai Perombakan Pejabat

(Tahun 2026)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian seiring pelaksanaannya yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN). Besarnya cakupan program membuat kinerja lembaga tersebut turut menjadi sorotan publik. Perubahan pejabat di tubuh BGN pun menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan program. Namun, perubahan tersebut belum sepenuhnya membuat masyarakat yakin.

Baca Juga: Hasil Survei DEN: Dari Dampak Program MBG hingga Integrasi Data Nasional Berbasis AI

Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei pada 27 Juli-3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden untuk melihat persepsi publik terhadap berbagai kondisi sosial-politik dan kinerja pemerintah. Survei dilaksanakan menggunakan metode multistage random sampling. Dalam prosesnya, responden dipilih secara acak dari tingkat kelurahan atau desa hingga keluarga, dengan ketentuan berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Komposisi responden terdiri atas 50% laki-laki dan 50% perempuan.

Hasilnya menunjukkan bahwa lebih banyak publik RI yang tidak percaya BGN akan menjadi lebih baik setelah perombakan pejabat. Sebanyak 47% menyatakan tidak percaya BGN akan menjadi lebih baik. Kemudian 10% lainnya bahkan sangat tidak percaya. Jika digabungkan, 57% responden memiliki pandangan negatif terhadap prospek perbaikan BGN setelah perubahan pejabat.

Sementara itu, 32% responden menyatakan percaya BGN akan menjadi lebih baik. Hanya 6% yang sangat percaya, sedangkan 5% lainnya tidak tahu atau tidak menjawab. Artinya, keyakinan terhadap perbaikan BGN masih berada di bawah tingkat ketidakpercayaan masyarakat.

Pandangan tersebut tidak terlepas dari penilaian publik terhadap pelaksanaan MBG. Dalam survei yang sama, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program ini sudah cukup tinggi. Sekitar 77% responden mengetahui MBG, baik sebagai penerima maupun melalui orang lain yang menerima program tersebut.

Meski demikian, tingginya pengenalan terhadap program belum diikuti kepuasan yang sama. Hanya 26% responden yang menyatakan puas atau sangat puas terhadap MBG, sementara 63% menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa perubahan pejabat di BGN belum otomatis membentuk keyakinan publik terhadap perbaikan pengelolaan MBG. Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap program tersebut, evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan dan tata kelola menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan publik. Kualitas makanan, distribusi, pengadaan, hingga pengawasan menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan MBG.

Baca Juga: MBG dan Data Jumlah Anak Kurang Gizi di Indonesia: Angka Menurun, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Tantangan Besar

Sumber:

https://ipo.or.id/category/publication/

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc