88% Manfaat MBG Dinilai Mengalir ke Elit dan Mitra Program, Anak-Anak Hanya 6,5%
Sosial • 9 April 2026Menurut hasil survei Policy Research Center, sebesar 88,5% manfaat MBG dinilai mengalir ke elit dan mitra, sementara anak-anak hanya 6,5%
Menurut hasil survei Policy Research Center, sebesar 88,5% manfaat MBG dinilai mengalir ke elit dan mitra, sementara anak-anak hanya 6,5%
Tingkat pengangguran yang tinggi (52%) juga menjadi isu yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah, diikuti penanganan banjir Sumatra yang inefisien (46%)
Anggaran Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun 2026 hanya mendapat Rp693 triliun. Tahun lalu juga dipotong Rp50,59 triliun dari pagu Rp919,9 triliun akibat MBG
Sepanjang 2025, MBG menjadi program quick win paling dikenal publik, menempati peringkat teratas di antara program nasional lainnya
Sentimen publik di Instagram terhadap progam MBG didominasi respons positif hingga 68,9%, disusul 30% respons negatif dan 1,1% netral
Sentimen publik terhadap program MBG didominasi negatif hingga 89,7% di X/Twitter, dan hanya 8,9% publik yang memiliki sentimen positif
Isu MBG menjadi topik yang paling banyak kena swasensor dengan persentase 58%, disusul isu Proyek Strategis Nasional sebanyak 52%
Sebanyak 72,8% publik menyatakan puas terhadap program MBG, dengan 12,2% sangat puas, 60,6% cukup puas, dan sisanya menyampaikan ketidakpuasan
Sentimen warganet instagram terhadap peningkatan kesejahteraan guru didominasi oleh sentimen positif sebesar 78,5%
Sentimen warganet X terhadap peningkatan kesejahteraan guru didominasi oleh sentimen positif sebesar 90,2%
Tuntutan terhadap peningkatan kesejahteraan guru menuai sentimen posiif di media sosial, mencapai 89,6%
Sebanyak 40,03% responden setuju bahwa MBG telah menciptakan lapangan kerja baru, tetapi hanya untuk sebagian kecil warga saja
Sejak awal implementasi hingga 15 November 2025, program MBG telah menyebabkan 15.117 kasus keracunan
Sebanyak 64,62% responden menyatakan tetap membeli makanan pengganti meski anaknya menerima MBG
Menurut CELIOS, lebih dari 30% dari keluarga penerima MBG tidak merasakan pengurangan beban pengeluaran yang berarti
Dalam RAPBN 2026, anggaran total untuk lembaga kebencanaan hanya Rp4,6 triliun. Sedangkan untuk MBG, anggarannya mencapai Rp335 triliun
Selain alasan internal berupa sudah kenyang (19,9%), faktor dari luar seperti makanan basi atau berbau (19,6%) menjadi sebab utama anak didik tidak habiskan MBG
Menurut peserta didik, hemat uang jajan (16,7%) jadi tujuan utama pelaksanaan MBG, diikuti supaya pola makan teratur (7,1%) dan bisa konsentrasi belajar (6,5%)
Dari 15 ribu unit SPPG per 18 November 2025, 9,1 ribu di antaranya berada di Pulau Jawa
Dari 41,65 juta penerima manfaat MBG per 18 November 2025, 25,68 juta di antaranya berada di Pulau Jawa
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook