Menurut laporan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam Konferensi Pers APBN Kita edisi November 2025, jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 41,65 juta orang dengan realisasi anggaran mencapai Rp41,3 triliun hingga 18 November 2025. Jumlah ini setara 58,2% dari alokasi MBG di APBN yang mencapai Rp71 triliun.
MBG juga telah menyerap 556,7 ribu pekerja. Targetnya, jumlah penerima MBG akan mencapai 82,9 juta orang hingga akhir tahun nanti.
Jika ditinjau menurut sebarannya, maka Pulau Jawa jadi penerima MBG terbanyak secara nasional, mencapai 25,68 juta orang atau setara dengan 61,79% dari total penerima. Pulau Sumatra menyusul dengan 8,6 juta penerima, diikuti Sulawesi dengan 2,74 juta orang.
Di urutan yang lebih sedikit, Bali dan Nusa Tenggara memiliki total 2,15 juta penerima MBG, disusul Kalimantan dengan 1,7 juta orang. Adapun Maluku dan Papua jadi wilayah penerima MBG paling sedikit, total hanya 0,69 juta orang.
Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai 15,3 ribu per November 2025, dengan sebarannya yang hampir sama dengan jumlah penerima MBG.
Mayoritas SPPG berada di Jawa, mencapai 9,1 ribu unit, diikuti Sumatra yang memiliki 3,1 ribu SPPG. Sebaran SPPG di Indonesia lainnya meliputi Sulawesi (1,06 ribu), Bali dan Nusa Tenggara (753 unit), Kalimantan (703 unit), serta Maluku dan Papua (265 unit).
MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dilaksanakan pada Senin (6/1/2025) di 26 provinsi di Indonesia, namun kini telah meluas ke 38 provinsi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui asupan gizi dan nutrisi yang cukup serta sebagai langkah mencegah stunting. Sasaran program MBG mencakup anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Baca Juga: 52% Anak Indonesia Tidak Suka Rasa dan Kualitas Makanan dari MBG
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=riuQJKZ1F2A