Jumlah penduduk merupakan salah satu indikator yang penting dalam melihat dinamika geografi suatu negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah populasi Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dalam sepuluh tahun terakhir, dengan pertumbuhan yang relatif stabil dari tahun ke tahun.
Mulanya pada tahun 2016, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebanyak 258,7 juta jiwa. Angka ini kemudian meningkat menjadi 261,89 juta jiwa atau tumbuh 1,23% pada tahun 2017.
Populasi Indonesia bertambah 1,19% menjadi 265,01 juta jiwa pada tahun 2018, sebelum mengalami pertumbuhan sebesar 1,15% pada tahun 2019 ketika jumlah penduduk mencapai 268,07 juta jiwa. Tren kenaikan ini menunjukkan bahwa dalam kurun empat tahun, populasi Indonesia telah bertambah hampir 10 juta jiwa.
Baca Juga: 33% Publik RI Yakin Jumlah Penduduk Turun pada 2026
Memasuki tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia tercatat hanya tumbuh senilai 0,79% dan mencapai 270,2 juta jiwa. Meski pada tahun tersebut dunia tengah dilanda pandemi Covid-19, pertumbuhan populasi Indonesia tetap menunjukkan tren peningkatan pada tahun selanjutnya, yaitu naik 0,92% dan menyentuh 272,68 juta jiwa.
Pertumbuhan penduduk di Indonesia kian berlanjut pada tahun 2022 dengan jumlah 275,77 juta jiwa atau tumbuh senilai 1,13%, sebelum menggapai angka 278,7 juta jiwa dengan kenaikan 1,06% pada tahun 2023.
Dalam dua tahun terakhir, peningkatan populasi Indonesia sebesar 1,04% dan mencapai 281,6 juta jiwa pada tahun 2024. Sementara itu, total populasi pada tahun 2025 sendiri telah menembus 284,44 juta jiwa atau tumbuh dengan persentase 1,01%.
Dengan demikian, jumlah penduduk Indonesia telah bertambah lebih dari 25 juta jiwa dalam waktu satu dekade. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy menjelaskan dengan semakin berkembangnya penduduk, ketimpangan akses layanan dasar menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan kependudukan.
Dengan data kependudukan yang tepat, pemerintah dapat merencanakan jumlah kebutuhan pangan masyarakat, sekolah harus dibangun, puskesmas yang harus dikembangkan hingga layanan-layanan lain.
"Itu semua yang bisa terjadi kalau kita punya data kependudukan yang baik. Termasuk juga kalau kita mulai merencanakan bagaimana kita memeratakan pembangunan kita," ujarnya dalam acara Peluncuran Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) 2025-2045, Jumat (11/7/2025).
DBPK menjadi rujukan utama dalam mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), serta memastikan pembangunan manusia dan penduduk Indonesia diarahkan secara terencana, menyeluruh, dan juga berkelanjutan.
Menurutnya, dengan persebaran data lebih meluas dengan kualitas yang baik serta jumlah yang banyak, pemerataan kebutuhan penduduk bisa lebih cepat dipenuhi.
"Hanya dengan tiga dasar itu. Kualitasnya, kuantitasnya, persebarannya, maka kita dengan tepat bisa membangun penduduk kita, bisa membangun negara kita dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Baca Juga: Komposisi Penduduk Indonesia Menurut Kelas Ekonomi 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/V1ZSbFRUY3lTbFpEYTNsVWNGcDZjek53YkhsNFFUMDkjMyMwMDAw/jumlah-penduduk--laju-pertumbuhan-penduduk--distribusi-persentase-penduduk--kepadatan-penduduk--rasio-jenis-kelamin-penduduk-menurut-provinsi.html?year=2026