33% Publik RI Yakin Jumlah Penduduk Turun pada 2026

Sementara itu, 61% publik Indonesia tak yakin populasi penduduk negara akan menurun pada tahun 2026.

Keyakinan Publik RI bahwa Populasi Penduduk Turun pada 2026

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos, sebanyak 33% publik Indonesia meyakini bahwa populasi penduduk negara akan menurun pada tahun 2026. Angka ini turun 11% dari survei yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

Persentase ini juga lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata global dari total 30 negara yang disurvei, yaitu sebesar 40%. Indonesia berada di peringkat ke-16 sebagai negara yang paling optimis populasi penduduknya akan berkurang pada tahun 2026, jauh di bawah Jepang yang duduk puncak dengan persentase 74%.

Baca Juga: 10 Kota Terbesar di Dunia Menurut Jumlah Penduduk 2025

Sementara itu dari kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan ketiga. Posisi pertama diisi oleh Thailand dengan proporsi 57%, disusul Malaysia denganĀ 47%.

Adapun 61% publik Indonesia lainnya menyatakan tidak yakin bahwa populasi penduduk akan menurun pada tahun 2026, menjadi suara dominan serta lebih besar dari rata-rata global sebanyak 48%.

Di sisi lain, sebesar 6% responden lainnya tidak mengambil suara dalam isu ini, menandakan bahwa masih adanya kelompok yang bersikap netral atau belum memiliki pandangan pasti terhadap arah perubahan demografi Indonesia dalam waktu dekat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Indonesia terus mengalami kenaikan. Sedekade yang lalu, populasi penduduk Indonesia hanya menyentuh 255,6 juta jiwa per Juni 2015. Per Juni 2025, angkanya mencapai 284,4 juta jiwa atau tumbuh sebesar 11,3% sejak sepuluh tahun terakhir.

Dalam upaya mengendalikan populasi serta pertumbuhan penduduk, pemerintah telah meluncurkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) 2025-2024, sebagai dokumen strategis jangka panjang untuk mengelola dinamika kependudukan Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji menyatakan bahwa basis data yang kuat adalah kunci dari penyusunan DBPK 2025-2045.

Saat ini, pihaknya tengah menyusun peta jalan pembangunan kependudukan (PJPK) 2025-2029 sebagai salah satu implementasi dari DBPK yang telah disusun oleh pemerintah.

"Harus ada outcome untuk urusan kependudukan dan pembangunan keluarga. Untuk itu, kita menyusun PJPK yang indikatornya ada tiga pilar," ucapnya dalam kegiatan peluncuran di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Ketiga pilar indikator tersebut yaitu pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk dan pembangunan keluarga, serta inklusi sosial yang mencakup penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk.

Adapun pengumpulan data dalam survei bertajuk Ipsos Predictions Survey 2026 ini dilakukan secara online pada 24 Oktober-7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara. Adapun 1.000 responden berasal dari Indonesia, dengan rentang usia 21-74 tahun.

Baca Juga: Sebaran Penduduk Indonesia Menurut Pulau 2025

Sumber:

https://www.ipsos.com/en/ipsos-predictions-survey-2026

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook