Kebiasaan merokok di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam isu kesehatan masyarakat. Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, terdapat pola yang cukup jelas, di mana prevalensi merokok cenderung meningkat seiring bertambahnya usia hingga mencapai puncaknya pada kelompok usia produktif menengah, sebelum akhirnya menurun pada kelompok lansia.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia 35–44 tahun mencatat persentase perokok tertinggi, yakni sebesar 35,19%. Artinya, lebih dari sepertiga penduduk dalam rentang usia tersebut masih aktif merokok. Angka ini menjadikan kelompok usia produktif matang sebagai segmen dengan prevalensi tertinggi.
Baca Juga: WHO Catat Penurunan Prevalensi Perokok Global 2000-2024
Di bawahnya, kelompok usia 45–54 tahun memiliki persentase perokok sebesar 33,29%, disusul usia 25–34 tahun dengan 32,58%. Tingginya angka pada rentang 25 hingga 54 tahun menunjukkan bahwa kebiasaan merokok sangat terkonsentrasi pada kelompok usia produktif, fase kehidupan ketika individu berada pada puncak aktivitas ekonomi dan sosial.
Sementara itu, pada kelompok usia 55–64 tahun, persentase perokok tercatat sedikit turun menjadi 28,7%. Angka ini mulai menunjukkan tren penurunan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor kesehatan, kesadaran risiko penyakit kronis, atau anjuran medis untuk berhenti merokok.
Pada kelompok usia 65 tahun ke atas, prevalensi merokok turun menjadi 20,88%. Penurunan ini bisa mencerminkan meningkatnya kesadaran kesehatan di usia lanjut, faktor mortalitas, maupun berhentinya kebiasaan merokok akibat kondisi medis tertentu.
Adapun pada kelompok usia termuda, 15–24 tahun, persentase perokok tercatat sebesar 18,73%. Meski menjadi kelompok dengan angka terendah, hampir satu dari lima anak muda tetap tercatat merokok. Fakta ini menunjukkan bahwa inisiasi merokok masih terjadi sejak usia remaja dan dewasa awal.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Persentase Pemuda Perokok Tertinggi 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html