Berdasarkan survei YouGov, sebanyak 41% publik Indonesia memilih platform online sebagai media belanja untuk kebutuhan Ramadan 2026. Angka ini terpaut jauh dari pilihan jawaban lainnya, menandakan bahwa proses digitalisasi dalam perilaku konsumsi masyarakat semakin menguat, khususnya dalam momentum musiman seperti Ramadan yang identik dengan lonjakan kebutuhan belanja.
Sementara itu, masih ada publik yang memilih pasar lokal sebagai tempat belanjanya, yaitu sebesar 23%, diikuti oleh mal dan toko fisik sebanyak 13%. Meski lebih kecil, proporsi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat tetap memiliki preferensi untuk berbelanja secara langsung.
Baca Juga: Simak Ragam Makna Ramadan 2026 bagi Publik RI
Adapun publik RI tidak hanya berpaku pada platform online sebagai media belanja digitalnya. Dengan persentase di bawah 10%, toko-toko melalui media sosial, seperti Instagram atau TikTok juga dijadikan pilihan tempat belanja oleh 8% responden.
Selanjutnya, sebanyak 7% responden memilih supermarket besar sebagai tempat belanja kebutuhan Ramadan 2026.
Kebiasaan berbelanja secara langsung kembali dikuatkan dengan adanya publik yang tertarik untuk berburu barang maupun makanan saat event bazar Ramadan, dengan proporsi 5%.
Dengan cara yang lebih mudah, sebesar 2% publik RI memilih untuk belanja dengan menghubungi penjual secara langsung melalui WhatsApp ataupun grup komunitas.
Pilihan untuk belanja dari situs resmi suatu brand mendapatkan porsi terkecil dalam survei ini, yaitu hanya 1% responden. Hal ini menunjukkan bahwa publik Indonesia cenderung lebih suka berbelanja melalui marketplace atau kanal pihak ketiga dibandingkan mengakses situs resmi merek secara langsung.
Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen peningkatan konsumsi, tetapi juga cerminan perubahan lanskap belanja publik Indonesia. Dominasi platform online menunjukkan bahwa transformasi digital semakin terintegrasi dalam keseharian publik.
Namun, keberadaan pasar lokal, mal, hingga bazar Ramadan yang tetap diminati mengindikasikan bahwa pengalaman belanja langsung belum sepenuhnya tergantikan. Dengan kata lain, pola belanja publik Indonesia saat Ramadan 2026 memperlihatkan kombinasi antara percepatan digitalisasi sekaligus keberlanjutan preferensi belanja konvensional.
Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif melalui YouGov Surveys: Serviced pada 27 November – 3 Desember 2025 yang melibatkan 2.149 responden dari Indonesia.
Baca Juga: 56% Publik RI Habiskan Lebih Banyak Waktu dengan Keluarga saat Ramadan 2026
Sumber:
https://yougov.com/reports/53775-ramadan-2026-consumer-insight-snapshot-id-my