DKI Jakarta Rajai Kepemilikan Data Center di Indonesia, Tembus 107 Fasilitas!

DKI Jakarta tampil sebagai pusat gravitasi digital nasional dengan menguasai 107 dari total 204 fasilitas data center di Indonesia.

10 Provinsi dengan Jumlah Data Center Terbanyak di Indonesia

(Tahun 2026)

Indonesia menempati peringkat keempat di Asia dan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara dalam hal infrastruktur digital. Prestasi ini tercapai berkat kepemilikan 204 fasilitas pusat data (data center) per September 2026.

Pertumbuhan masif ini didorong secara langsung oleh tingginya tingkat adopsi cloud computing, kecerdasan buatan, serta pesatnya ekspansi bisnis digital. Ratusan fasilitas tersebut tersebar pada 32 kota dan dikelola oleh 87 operator berskala nasional maupun global.

DKI Jakarta tampil sebagai pusat gravitasi digital nasional dengan menguasai lebih dari 50% total fasilitas. Tercatat ada 107 pusat data di ibu kota, termasuk kawasan operasional milik Google Cloud dan fasilitas siap AI hasil kolaborasi Equinix bersama Astra.

Baca Juga: Proyek Data Center AI 640MW Dibangun di Jatiluhur, Ditujukan buat Apa?

Provinsi Kepulauan Riau menyusul pada urutan kedua lewat 20 fasilitas yang seluruhnya terpusat di kota Batam. Kawasan ini sengaja didesain sebagai Kawasan Ekonomi Khusus digital untuk menampung limpahan kebutuhan server dari Singapura.

Jawa Barat berhasil mengamankan posisi ketiga dengan 19 fasilitas yang tersebar luas pada lima koridor ekonomi. Kawasan penyangga seperti Cikarang kini menjadi rumah bagi Pusat Data Nasional sekaligus fasilitas hyperscale raksasa milik DCI Indonesia.

Peran sebagai pusat infrastruktur digital wilayah timur dipegang teguh oleh Jawa Timur yang memiliki 10 fasilitas. Sebanyak sembilan lokasi di antaranya beroperasi secara terpusat di Surabaya, sementara satu sisanya berada di Malang.

Pulau Bali rupanya tidak hanya bertindak sebagai destinasi wisata internasional, melainkan juga menampung delapan pusat data. Kawasan ini memegang peranan amat krusial sebagai titik pendaratan kabel bawah laut internasional demi menjaga stabilitas konektivitas.

Gerbang transformasi digital untuk pulau Sulawesi dan sekitarnya bertumpu penuh pada empat fasilitas di kota Makassar. Kehadiran server lokal ini sangat vital dalam membantu kelancaran akses internet bagi masyarakat kawasan timur.

Empat posisi terakhir diisi secara merata oleh Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, dan DI Yogyakarta dengan masing-masing tiga fasilitas. Kemunculan klaster retail pada kota-kota ini membuktikan bahwa tren desentralisasi data makin merata hingga ke luar Pulau Jawa.

Kapasitas beban daya IT nasional diproyeksikan akan melonjak amat tajam menuju target 3,5 Gigawatt pada tahun 2030. Peningkatan pesat ini menempatkan industri pusat data sebagai salah satu motor penggerak utama bagi ekonomi masa depan.

Di balik potensi raksasa tersebut, industri ini juga dituntut untuk mulai bergeser menuju konsep pusat data hijau (green data center). Langkah ini sangat mendesak untuk dilakukan guna meminimalkan emisi karbon serta menghemat konsumsi air secara signifikan.

Baca Juga: AI Factory Nvidia di Batam, Proyek 170.000 GPU, Ubah Peta Data Center Indonesia

Sumber:

https://www.datacentermap.com/indonesia/

Demas Reyhan Adritama
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama

IT & Sports Enthusiast

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc