Ragam Jenis Transportasi Pekerja Komuter Indonesia, Kamu yang Mana?

Mayoritas pekerja komuter Indonesia masih mengandalkan kendaraan pribadi ataupun dinas untuk mobilitas harian mereka, dengan angka 92,18%.

Ragam Jenis Moda Transportasi Pekerja Komuter Indonesia

(Mei 2026)

Poin Penting

  • Jumlah pekerja komuter di Indonesia mencapai 7,74 juta orang per Mei 2026.
  • Sebanyak 92,16% pekerja komuter menggunakan kendaraan pribadi atau dinas.
  • Hanya 5,96% pekerja komuter yang menggunakan transportasi umum.
  • Transportasi daring digunakan oleh 1,07% pekerja komuter.
  • Pengguna kendaraan pibadi/dinas bagi pekerja komuter masih lebih banyak daripada pengguna transportasi umum.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pekerja komuter di Indonesia memiliki beragam preferensi terkait pemilihan jenis transportasi untuk mendukung mobilitas harian mereka saat bekerja ke luar kota dan pulang ke rumah pada hari yang sama.

Meskipun beragam, mayoritas pekerja komuter Indonesia tercatat masih sangat mengandalkan kendaraan pribadi ataupun transportasi dinas dari kantor sebagai andalan utama untuk mobilitas harian pergi-pulang kerja.

Persentase penggunaan transportasi mandiri ini mendominasi, yaitu menyentuh angka 92,18% pada periode Mei 2026.

Baca Juga: Jakarta Jadi Provinsi dengan Persentase Komuter Disabilitas Tertinggi

Total jumlah pekerja komuter di Indonesia per Mei 2026 tercatat mencapai sebanyak 7,74 juta orang. Dari angka tersebut, tercatat sebanyak 7,13 juta orang di antaranya menggunakan moda pribadi atau kendaraan dinas untuk bepergian, baik saat berangkat maupun pulang kerja lintas daerah.

Dengan proporsi yang terpaut jauh lebih kecil, hanya sebanyak 5,96% pekerja komuter Indonesia yang menggunakan transportasi umum sebagai penunjang mobilitas hariannya. Jumlah pengguna angkutan massal ini sekitar 461,3 ribu orang saja.

Sementara itu, terdapat pula sebagian kecil pekerja komuter yang memanfaatkan layanan transportasi online (daring) sebagai moda transportasi harian mereka. Banyaknya komuter lintas kota yang mengandalkan transportasi digital ini tercatat berada di angka 1,07%, atau dengan jumlah sekitar 82,8 ribu orang.

Adapun sisanya, sebesar 0,78% kelompok pekerja komuter lainnya memilih jenis transportasi alternatif di luar kategori utama tersebut, menandakan bahwa terdapat berbagai macam ragam transportasi yang digunakan pekerja komuter di Indonesia untuk menunjang rutinitas mereka sehari-hari.

Tingginya persentase transportasi pekerja komuter yang masih didominasi oleh penggunaan kendaraan pribadi ini menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas transportasi umum saat ini nyatanya masih belum menjadi pilihan utama di kalangan para pekerja komuter.

Padahal, pemerintah sendiri telah berkomitmen kuat untuk mempercepat perbaikan kualitas transportasi publik di berbagai daerah, sekaligus perlahan mendorong terjadinya perubahan perilaku mobilitas di tengah masyarakat.

Strategis ini juga diambil sebagai bentuk respons krusial terhadap ancaman krisis energi global yang dipicu oleh tingginya gejolak geopolitik dunia saat ini.

“Kita berharap kita semua mulai perlahan-lahan memperbaiki transportasi publik kita sehingga diharapkan mulai bergeser untuk menggunakan transportasi massal,” ucap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Selaras dengan upaya perbaikan transportasi umum tersebut, ia juga menuturkan bahwa pemerintah terus berupaya menekan dan mengurangi penggunaan kendaraan dinas operasional di kalangan pejabat pemerintahan.

Langkah ini mencakup komitmen kesiapan pemerintah untuk mulai mengalihkan penggunaan energi fosil menuju sumber energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan ke depannya.

Baca Juga: KRL Surabaya-Sidoarjo Sepanjang 37 Km Segara Dibangun, Target Rampung Awal 2027

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2606/keadaan-ketenagakerjaan-.html

Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc