10 Daerah dengan Penduduk Usia Produktif Paling Sedikit di Jawa Barat 2026

Kota Banjar memiliki jumlah penduduk usia produktif paling sedikit di Jawa Barat pada 2026, yakni 145,15 ribu jiwa.

10 Daerah dengan Penduduk Usia Produktif Paling Sedikit di Jawa Barat

(Tahun 2026)

Penduduk usia produktif menjadi salah satu kelompok penting dalam struktur demografi karena berada pada rentang usia yang berkaitan dengan aktivitas kerja dan ekonomi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia produktif adalah mereka yang berusia 15–64 tahun. Kelompok usia ini dikategorikan sebagai usia yang masih mampu bekerja dan menghasilkan barang maupun jasa.

Baca Juga: 10 Daerah Terinovatif di Jawa Barat 2025, Kota Bekasi di Puncak

Di Jawa Barat, sebanyak 35,62 juta penduduk berada dalam kelompok usia tersebut pada 2026. Jumlahnya tersebar di seluruh kabupaten/kota dengan besaran yang berbeda. Dari 27 daerah, terdapat 10 kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk usia produktif paling sedikit.

Kota Banjar berada di posisi terendah dengan 145,15 ribu penduduk usia 15-64 tahun. Setelahnya terdapat Kota Cirebon sebanyak 242,79 ribu jiwa dan Kota Sukabumi dengan 257,53 ribu jiwa. Ketiganya menjadi satu-satunya daerah dalam daftar yang memiliki jumlah penduduk usia produktif di bawah 300 ribu jiwa.

Kabupaten Pangandaran menempati urutan berikutnya dengan 296,07 ribu jiwa. Sementara itu, Kota Cimahi memiliki 436,25 ribu penduduk usia produktif dan Kota Tasikmalaya sebanyak 526,15 ribu jiwa.

Jumlah yang lebih besar tercatat di Kabupaten Purwakarta dengan 741,49 ribu jiwa. Kemudian, Kota Bogor memiliki 764,64 ribu jiwa. Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Kuningan melengkapi daftar dengan masing-masing 819,25 ribu dan 840,93 ribu jiwa.

Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan bahwa persebaran penduduk usia produktif di Jawa Barat cukup beragam. Daerah dengan jumlah penduduk usia produktif yang lebih sedikit umumnya juga memiliki jumlah penduduk keseluruhan yang lebih kecil.

Sebaran penduduk usia produktif dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan tersebut, penduduk usia produktif di setiap wilayah diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian Jawa Barat.

Baca Juga: 10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di Jawa Barat 2025

Sumber:

https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/09/28/0df044e45e8771a2d46bd523/statistik-daerah-provinsi-jawa-barat-2026.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc