10% Lulusan SMK di Jawa Barat Menganggur pada Mei 2026

Lulusan SMK mendominasi angka pengangguran di Jawa Barat sebesar 10,64% pada Mei 2026, disusul lulusan SMA (8,55%) dan kelompok Diploma IV/S1/S2/S3 (7,01%).

TPT Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Jawa Barat

(Mei 2026)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator untuk mengukur kondisi ketenagakerjaan di suatu wilayah. Indikator ini menunjukkan proporsi penduduk usia produktif yang siap bekerja, namun belum memperoleh pekerjaan.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, TPT di wilayah ini secara keseluruhan mencapai 6,61% atau membaik 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Kendati demikian, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok jika ditinjau dari tingkat pendidikan terakhir.

Lulusan SMK menjadi kelompok dengan angka pengangguran tertinggi di Jawa Barat, yaitu mencapai 10,64% pada Mei 2026. Angka tersebut 4,03 poin persentase lebih tinggi dibandingkan rata-rata TPT provinsi.

Namun, TPT lulusan SMK sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan dengan penurunan sebesar 0,32 poin persentase dibandingkan periode Februari 2026.

Baca Juga: SMK Jadi Kelompok dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi Mei 2026

Di bawah SMK, lulusan SMA menyumbang TPT sebesar 8,55%, diikuti kelompok Diploma IV/S1/S2/S3 (7,01%) dan SMP (5,69%).

Sementara itu, lulusan Diploma I/II/III mencatatkan TPT sebesar 5,09%. Adapun penduduk berpendidikan SD ke bawah menjadi kelompok dengan angka pengangguran terendah, yaitu sebesar 3,94%.

Tingginya pengangguran di tingkat SMK ini memperlihatkan celah yang belum sepenuhnya tertutup, terutama soal keselarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Guna menekan tingginya TPT di sektor vokasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mematangkan konsep teaching factory. Langkah ini berfokus pada penyesuaian jenis vokasi di SMK dengan peta kebutuhan industri yang berkembang, seperti di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) koridor industri baru utara Jabar (Rebana) serta KEK industri kreatif dan pariwisata (Lido).

Strategi ini dijalankan secara kolaboratif oleh Dinas Pendidikan Jabar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa sinergi ini krusial agar pembelajaran di sekolah vokasi berjalan searah dengan iklim investasi.

"Kita perlu menghadirkan dukungan dengan terobosan ataupun menghadirkan kebijakan-kebijakan yang mendukung sinergi antara pembelajaran di sekolah vokasi dan industri," ujar Herman pada Rabu (12/6/2024), mengutip rilis pers Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

Melandainya TPT SMK pada Mei 2026 memberikan sinyal positif bahwa pembenahan pendidikan vokasi mulai berjalan. Meski demikian, akselerasi penyerapan tenaga kerja terus digenjot agar lulusan SMK dapat sepenuhnya terserap di pasar kerja.

Baca Juga: Kenapa Banyak Sarjana RI Menganggur, Benarkah karena 'Pilih-Pilih Kerjaan'?

Sumber:

https://jabar.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/1305/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-6-61-persen.html

Rosita Fatimah Azahra
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc