Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Indonesia mencapai 2,92% pada Desember 2025, jadi yang tertinggi sepanjang tahun. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 109,92, sedangkan inflasi bulanan berada di tingkat 0,64%.
Seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi pada periode tersebut. Provinsi asal Sumatra mendominasi jajaran provinsi dengan inflasi tertinggi. Aceh berada di puncak dengan inflasi sebesar 6,71% yoy dan IHK sebesar 114,4. Sumatra Barat menyusul di urutan kedua dengan inflasi tahunan sebesar 5,15%.
Di peringkat ketiga ada Riau yang inflasinya tercatat sebesar 4,88%, diikuti Sumatra Utara dengan 4,66% dan Jambi dengan 3,71%.
Di luar Sumatra, Kalimantan Selatan memimpin dengan inflasi mencapai 3,66% yoy. Provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi ketujuh dipegang oleh Maluku dengan 3,58% yoy, disusul Kepulauan Riau (3,47% yoy), Sulawesi Tengah (3,31% yoy), dan Papua Tengah (3,28% yoy).
Sebaliknya, provinsi dengan tingkat inflasi tahunan terendah dipegang oleh Sulawesi Utara, yakni sebesar 1,23% yoy. Lampung mengisi posisi kedua dengan 1,25%, diikuti Maluku Utara (1,63% yoy), Kalimantan Barat (2,15% yoy), dan Papua Barat Daya (2,15% yoy).
Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, Kota Gunungsitoli mengalami inflasi tertinggi, mencapai 10,84% yoy, sedangkan terendah di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara yang sebesar 0,38%.
Adapun emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang utama dalam inflasi tahunan Desember 2025, dengan tingkat inflasi mencapai 0,79% yoy, diikuti cabai merah (0,81% yoy), ikan segar (0,15% yoy), cabai rawit (0,15% yoy), dan beras (0,15% yoy).
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi November 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/01/05/2527/inflasi-year-on-year--y-on-y--pada-desember-2025-sebesar-2-92-persen.html