10 Provinsi dengan Prevalensi Balita Stunting Tertinggi 2024

Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Indonesia, dengan persentase 40%.

10 Provinsi dengan Prevalensi Balita Stunting Tertinggi

(Tahun 2024)
Ukuran Fon:

Stunting masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, kesehatan, dan produktivitas anak di masa depan.

Oleh karena itu, pemantauan prevalensi stunting di setiap daerah menjadi indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas program penanganan gizi.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi balita stunting nasional tercatat sebesar 19,8%, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 21,5%. Meski demikian, terdapat kesenjangan yang cukup lebar antarprovinsi di Tanah Air.

Baca Juga: 10 Wilayah Jakarta dengan Jumlah Balita Stunting Terbanyak 2025

Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Indonesia pada 2024, mencapai 40%, disusul oleh Nusa Tenggara Timur dengan 37%. Peringkat ketiga diisi oleh Sulawesi Barat dengan 35,4%.

Papua Tengah dan Papua Barat Daya menjadi dua provinsi selanjutnya dengan persentase angka stunting masing-masing 32,5% dan 30,5%.

Lima provinsi lain dengan prevalensi stunting tertinggi adalah Nusa Tenggara Barat (29,8%), Aceh (28,6%), Maluku (28,4%), Kalimantan Barat (26,8%), dan Sulawesi Tenggara (26,1%).

Adapun strategi penting lainnya yang dilakukan Kemenkes dalam mencegah stunting di Indonesia adalah memastikan intervensi sejak masa pra-kelahiran, dengan fokus pada 11 intervensi spesifik di sektor kesehatan, khususnya untuk remaja putri dan ibu hamil.

Tak hanya itu, program pengukuran lingkar lengan dan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil, distribusi tablet tambah darah, serta suplementasi mikronutrien turut dilakukan.

Lebih lanjut, program peningkatan mutu pengukuran di Posyandu juga terus diperkuat melalui distribusi 300.000 alat antropometri, didukung program ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan (PMT), dan imunisasi.

Baca Juga: Bagaimana Pandangan Masyarakat Soal Pencegahan Stunting yang Tepat?

Sumber:

https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook