10 Wilayah Jakarta dengan Jumlah Balita Stunting Terbanyak 2025

Cengkareng menjadi wilayah dengan jumlah balita stunting terbanyak mencapai 1.948 anak.

10 Kecamatan di Jakarta dengan Jumlah Balita Stunting Terbanyak

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Stunting merupakan salah satu masalah yang terus menjadi fokus pemerintah. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stunting adalah suatu keadaan di mana tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang.

Adapun stunting dapat terjadi saat ketika janin masih dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Kondisi ini dapat disebabkan oleh rendahnya asupan vitamin, mineral, serta sumber protein hewani pada anak.

Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta mencatat jumlah anak di bawah lima tahun (balita) yang mengalami stunting yang diidentifikasi melalui pengukuran antropometri standar yang kemudian dikelompokkan menurut wilayah administrasi.

Pada periode 2025, terdapat sejumlah wilayah administrasi di Jakarta dengan jumlah balita stunting terbanyak.

Cengkareng menjadi wilayah dengan jumlah balita stunting terbanyak dengan total 1.948 anak, disusul Kramat Jati sebanyak 1.833 anak dan Tanjung Priok 1.754 anak.

Wilayah lain dengan jumlah balita stunting cukup tinggi adalah Pasar Rebo sebanyak 1.209 anak dan Cipayung dengan 1.115 anak. Sementara itu, Jagakarsa mencatat 922 anak balita stunting, disusul Kebon Jeruk (872 anak), Kalideres (787 anak), Pal Merah (752 anak), dan Cilincing (708 anak).

Baca Juga: Cegah Stunting, Provinsi Ini Punya ProgramPemberian Tablet Tambah Darah Tertinggi 2025

Data tersebut menunjukkan bahwa kasus stunting masih tersebar di berbagai wilayah Jakarta, baik di kawasan padat penduduk maupun area permukiman berkembang. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Atas dasar hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan percepatan penurunan stunting melalui penguatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Jakarta,

“Posyandu mempunyai tugas yang sangat mulia. Kami ingin Posyandu ikut berperan aktif dalam penanganan stunting, TBC, dan persoalan kesehatan lainnya. Ini harus kita kerjakan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan Posyandu,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026) dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat dinilai menjadi kunci penting untuk memastikan anak-anak Jakarta tumbuh sehat dan mendapatkan akses gizi yang lebih baik sejak usia dini.

Baca Juga: Bagaimana Pandangan Masyarakat Soal Pencegahan Stunting yang Tepat?

Sumber:

https://satudata.jakarta.go.id/open-data/detail?kategori=dataset&page_url=jumlah-anak-bawah-lima-tahun-balita-bermasalah-gizi-berdasarkan-wilayah&data_no=1

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook