Program hilirisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Melalui kebijakan ini, sumber daya alam yang sebelumnya diekspor dalam bentuk bahan mentah diolah terlebih dahulu di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain mendorong pertumbuhan industri, hilirisasi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor produk olahan, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Baca Juga: Nikel Jadi Komoditas Unggulan Investasi Hilirisasi 2025
Komitmen pemerintah dalam mempercepat hilirisasi tercermin dari tingginya realisasi investasi pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, perkebunan, minyak dan gas bumi, hingga perikanan dan kelautan.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, total realisasi investasi hilirisasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp147,5 triliun atau sekitar 29,6% dari total realisasi investasi nasional pada periode yang sama. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 8,2% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).
Sektor mineral menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp98,3 triliun. Sementara itu, sektor perkebunan dan kehutanan mencatat realisasi investasi sebesar Rp29,8 triliun, disusul minyak dan gas bumi sebesar Rp17,7 triliun. Adapun sektor perikanan dan kelautan berkontribusi Rp1,7 triliun terhadap total investasi hilirisasi nasional pada awal tahun ini.
Dari sisi wilayah, Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan realisasi investasi sektor hilirisasi tertinggi pada awal 2026 dengan nilai mencapai Rp24,1 triliun. Posisi kedua ditempati Maluku Utara sebesar Rp18,6 triliun, yang juga dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan industri pengolahan nikel nasional. Jawa Barat berada di peringkat ketiga dengan realisasi investasi Rp13 triliun, disusul Nusa Tenggara Barat sebesar Rp12,9 triliun dan Kepulauan Riau Rp9,6 triliun.
Dominasi provinsi-provinsi tersebut menunjukkan bahwa investasi hilirisasi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga berkembang pesat di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah.
Baca Juga: 6 Proyek Hilirisasi Danantara Dimulai: Nilai Investasi Rp110 Triliun
Sumber:
https://data.bkpm.go.id/infografis-detail/capaian-realisasi-investasi-sektor-hilirisasi-triwulan-i-tahun-2026