Pergerakan wisatawan domestik di Indonesia pada Februari 2026 masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata yang tinggi.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Februari 2026 tercatat sebanyak 91,1 juta, turun 10,6% dibanding bulan sebelumnya. Namun secara tahunan, jumlahnya naik tipis sebanyak 0,7% dari 90,4 juta pada Februari 2025. Dengan demikian, sepanjang Januari-Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 193,1 juta.
Ditinjau menurut provinsi tujuan, Jawa Timur jadi tujuan wisata utama warga Indonesia, dengan total sekitar 16,1 juta perjalanan. Tingginya kunjungan ke Jawa Timur tak lepas dari banyaknya destinasi wisata dan mobilitas penduduk yang tinggi.
Baca Juga: Simak Destinasi Favorit Wisatawan Nasional Awal 2026
Di urutan kedua ada Jawa Barat dengan sekitar 15,7 juta perjalanan, disusul Jawa Tengah dengan 11,3 juta perjalanan. Ketiga provinsi ini konsisten menjadi pusat pergerakan wisata karena kombinasi antara jumlah penduduk besar dan ragam destinasi.
DKI Jakarta berada di posisi keempat dengan sekitar 8,1 juta perjalanan. Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta menjadi titik awal sekaligus tujuan perjalanan yang signifikan.
Sementara itu, Banten mencatat sekitar 4,9 juta perjalanan, didorong oleh kedekatannya dengan ibu kota.
Di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara menjadi tujuan utama dengan sekitar 4,4 juta perjalanan. Kemudian, Sulawesi Selatan mencatat sekitar 3,3 juta perjalanan, menunjukkan pentingnya kawasan Indonesia timur dalam pergerakan domestik.
Selanjutnya, DI Yogyakarta dengan 3,1 juta perjalanan tetap menjadi magnet wisata budaya dan pendidikan. Bali juga masuk dalam daftar dengan sekitar 1,9 juta perjalanan, menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan.
Sementara itu, Lampung melengkapi daftar dengan sekitar 1,9 juta perjalanan, sebagai pintu gerbang utama antara Jawa dan Sumatra.
Baca Juga: 10 Provinsi Paling Doyan Jalan-Jalan Awal 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/04/01/2558/perkembangan-pariwisata.html