Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar pada hotel bintang di Indonesia mencapai 49,26% pada 2025. Nilainya melemah dari tahun sebelumnya yang tembus 52,56% dan tahun 2023 yang sebesar 51,12%.
Ditinjau berdasarkan provinsinya, Bali menjadi provinsi dengan tingkat penghunian kamar hotel bintang tertinggi di Indonesia pada 2025 dengan angka mencapai 60,7%, juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang sebesar 62,36%. Tingginya tingkat hunian hotel di Bali menunjukkan bahwa pulau tersebut masih menjadi destinasi utama wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga: Hotel Bintang 3 di Jakarta Jadi Pilihan Utama Tamu Indonesia Maret 2026
Di posisi kedua terdapat DKI Jakarta dengan tingkat penghunian kamar hotel bintang sebesar 53,43%. Sebagai pusat pemerintahan dan bisnis nasional, Jakarta masih menjadi salah satu daerah dengan permintaan akomodasi tertinggi.
Sementara itu, Papua Selatan berada di posisi ketiga dengan angka 53,42%. Tingginya okupansi hotel di wilayah ini diduga dipengaruhi oleh aktivitas pembangunan, perjalanan dinas, dan mobilitas pekerja di kawasan timur Indonesia.
Provinsi-provinsi di Kalimantan juga menunjukkan performa yang cukup baik. Kalimantan Timur mencatat tingkat hunian sebesar 53,25%, disusul Kalimantan Selatan sebesar 52,80%.
Tingginya aktivitas ekonomi dan pembangunan, termasuk proyek strategis nasional di Kalimantan, dinilai ikut mendorong kebutuhan akomodasi hotel di wilayah tersebut.
Kembali ke Jawa, DI Yogyakarta mengisi urutan keenam dengan tingkat hunian sebesar 52,15%, disusul Kalimantan Barat (50,03%), Banten (49,55%), Jawa Timur (49,30%), dan Jambi (48,99%).
Baca Juga: 2 Hotel Indonesia Masuk Hotel Terbaik di Asia
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzU2IzI=/rata-rata-lama-tinggal-wisatawan-mancanegara-menurut-kebangsaan--hari-.html