Jumlah Kasus KBGO terhadap Perempuan 2017-2025

Kasus KBGO terhadap perempuan meningkat dari 16 kasus pada 2017 menjadi 1.846 kasus pada 2025, tertinggi selama periode pendataan.

Perkembangan Jumlah Kasus KBGO terhadap Perempuan

(Tahun 2017-2025)
Ukuran Fon:

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) terhadap perempuan terus menjadi perhatian seiring meningkatnya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia. KBGO mencakup berbagai bentuk kekerasan yang memanfaatkan teknologi digital, seperti penyebaran konten intim tanpa persetujuan, pelecehan seksual secara daring, ancaman, pemerasan, hingga peretasan akun. Meski terjadi di ruang digital, dampaknya nyata dan dapat memengaruhi kesehatan mental, kehidupan sosial, bahkan keamanan korban.

Baca Juga: Jumlah Kasus KBGO Capai 605 Aduan Q3 2025, Laki-laki Juga Jadi Korban

Data Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan 2025 menunjukkan tren peningkatan kasus KBGO dalam sembilan tahun terakhir. Pada 2017, hanya tercatat 16 kasus. Angka tersebut melonjak menjadi 97 kasus pada 2018, kemudian meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 281 kasus pada 2019. Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2020 ketika jumlah kasus mencapai 940, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital selama pandemi COVID-19.

Pada 2020, jumlah kasus KBGO tercatat mencapai 1.721 kasus, kemudian turun tipis menjadi 1.697 kasus pada 2022. Memasuki 2023, jumlah kasus kembali turun menjadi 1.791 kasus, namun tren positif ini berakhir dengan kenaikan jumlah kasus KBGO pada 2024 menjadi 1.791 kasus. Terakhir pada 2025, Komnas Perempuan mencatat terdapat 1.846 kasus KBGO yang dilaporkan.

Peningkatan jumlah kasus KBGO berkaitan dengan semakin berkembangnya sistem pendokumentasian, meningkatnya akses pengaduan, serta bertambahnya keberanian korban untuk melaporkan kasus yang dialami.

CATAHU 2025 juga mencatat bahwa data yang terdokumentasi belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya. Masih terdapat korban yang tidak melaporkan kasus karena stigma sosial, rasa takut, ancaman dari pelaku, maupun keterbatasan akses terhadap layanan. Akibatnya, jumlah kasus yang tercatat masih berpotensi menjadi bagian dari fenomena gunung es, yaitu kondisi ketika angka yang dilaporkan lebih rendah dibandingkan kejadian yang sebenarnya terjadi.

Meski demikian, peningkatan akses layanan pengaduan, penguatan sistem pendokumentasian, dan semakin banyaknya korban yang berani melapor menjadi perkembangan positif dalam upaya memperkuat perlindungan perempuan di ruang digital. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan kasus yang lebih baik sekaligus memperkuat langkah pencegahan KBGO di masa mendatang.

Baca Juga: Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Kasus KBGO Terbanyak Awal 2026

Sumber:

https://komnasperempuan.go.id/catatan-tahunan-detail/catahu-2025-menguatkan-data-mengatasi-kerentanan-mendesak-negara-bersikap-untuk-keadilan-korban

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook