Mayoritas Korban Extrajudicial Killing oleh Polri Berasal dari Kelompok Non-Kriminal
Masyarakat • 9 Juli 2026KontraS mencatat sepanjang Juli 2025-Juni 2026, sebanyak 15 korban extrajudicial killing oleh Polri berasal dari kelompok non-kriminal
KontraS mencatat sepanjang Juli 2025-Juni 2026, sebanyak 15 korban extrajudicial killing oleh Polri berasal dari kelompok non-kriminal
KontraS mencatat 23 peristiwa extrajudicial killing sepanjang 2025-2026, dengan penembakan menjadi penyebab terbanyak mencapai 16 kasus
Terdapat 561 peristiwa kekerasan oleh Polri sepanjang Juli 2025–Juni 2026, penembakan mendominasi sebanyak 327 tindakan
Kasus KBGO terhadap perempuan meningkat dari 16 kasus pada 2017 menjadi 1.846 kasus pada 2025, tertinggi selama periode pendataan
KontraS mencatat 561 peristiwa kekerasan melibatkan anggota Polri sepanjang Juli 2025–Juni 2026, dengan tingkat Polres tertinggi mencapai 359 kasus
KontraS mencatat 561 peristiwa kekerasan oleh Polri sepanjang Juli 2025–Juni 2026, dengan puncak 75 kasus terjadi pada Agustus 2025
Komnas Perempuan mencatat 2.597 kasus kekerasan terhadap istri pada 2025, didominasi kekerasan psikis 42,05% dan fisik 36,85%
Persentase anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual di DKI Jakarta tahun 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki
Angka kekerasan terhadap perempuan mencapai 376.529 kasus pada 2025, tertinggi dalam satu dekade
Sebanyak 5.299 personil TNI diterjunkan bertugas di Tanah Papua pada periode Desember 2024-November 2025, jauh lebih banyak dari anggota Polri dengan jumlah 107
Dalam periode Desember 2024–November 2025, penembakan menjadi bentuk kekerasan yang paling sering terjadi di Tanah Papua, dengan total 28 kejadian
Pada 2025, kekerasan di satuan pendidikan didominasi relasi guru dan siswa sebesar 46%, disusul hubungan antarteman sebaya sebesar 31%
Sepanjang 2025 tercatat 614 kasus kekerasan di satuan pendidikan, 14,82% di antaranya berada di Jawa Barat
Kasus kekerasan di satuan pendidikan meningkat dari 91 kasus pada 2020 menjadi 641 kasus pada 2025
Remaja perempuan paling rentan terhadap kekerasan, dengan 32,9% korban kekerasan terhadap perempuan merupakan remaja usia 13-17 tahun
Kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) mencapai 330.097 pada 2024, dengan kekerasan seksual sebagai bentuk paling dominan (36,43%)
Kekerasan psikis tercatat sebagai bentuk kekerasan yang paling banyak dialami perempuan disabilitas pada 2024, menyentuh 37,76% dari seluruh laporan
Pelajar SLTA menjadi korban kekerasan terbanyak, mencapai 8.805 korban per November 2025
Jumlah kasus kekerasan di lembaga pendidikan naik lebih dari 100% pada 2024 mencapai 573 kasus
Dengan total kejadian mencapai 35 peristiwa, penganiayaan menjadi bentuk kekerasan yang paling sering dilakukan TNI dalam waktu setahun terakhir
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook