Tanah Papua kembali berdarah. Pria berusia 41 tahun bernama Ahmad Gunawan telah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Kamis (12/2/2026) lalu.
Korban yang merupakan warga asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu tiba-tiba ditembak dua anggota KKB yang datang ke kiosnya.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Hubungan Masyarakat (Humas) Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo mengungkapkan bahwa pelaku langsung menembak korban menggunakan senjata api jenis revolver.
"Tiba-tiba didatangi dua orang, lalu mengarahkan senjata jenis revolver ke arah korban dan menembaknya," terangnya kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sebelum menjalani operasi akibat luka tembak dideritanya.
Baca Juga: Papua Jadi Pulau Paling Sepi di Indonesia
Bukan kali pertamanya kekerasan terhadap warga sipil berupa penembakan terjadi di Papua. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah mencatat setidaknya ada 28 total peristiwa penembakan yang terjadi di Tanah Papua dalam kurun Desember 2024 hingga November 2025.
Angka tersebut menjadikan penembakan sebagai jenis kekerasan terhadap warga sipil yang paling terjadi di Papua, jauh di atas kekerasan lainnya.
Berikutnya, kekerasan berupa penangkapan sewenang-wenang telah terjadi sebanyak 13 kali. Dengan jumlah kejadian yang sama, penyiksaan juga menjadi peristiwa kekerasan yang sering terjadi di Papua.
Di samping itu, terdapat jenis kekerasan lainnya yang terjadi di Tanah Papua selama periode tersebut, yaitu intimidasi dengan total 7 peristiwa, serta pembubaran paksa dan penganiayaan dengan angka yang sama, yaitu 6 kejadian.
Adapun pengeboman menjadi jenis kekerasan yang paling jarang dilakukan terhadap warga sipil di Papua, dengan jumlah kejadian hanya 1 kali sepanjang Desember 2024 hingga November 2025.
Akibat berbagai peristiwa kekerasan tersebut, KontraS mencatat terdapat 38 orang terluka dan 39 korban meninggal dunia.
Kepala Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Papua, Frits Ramandey telah mendesak pemerintah pusat untuk memberi jaminan keamanan kepada warga di Papua.
"Meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan jaminan keamanan terhadap seluruh warga negara Indonesia yang menetap di wilayah Papua termasuk warga negara asing dengan mengupayakan perbaikan sistem dan tata kelola keamanan yang kondusif dan tidak menggunakan pendekatan keamanan," ucapnya dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Pihaknya juga berharap KKB tidak melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya pelayanan publik serta kondisi keamanan di wilayah Papua.
Pengumpulan data dalam laporan bertajuk Catatan Hari HAM 2025 ini meliputi tahapan identifikasi atas unsur-unsur penting dari setiap peristiwa dalam kurun periode Desember 2024-November 2025 untuk kemudian dilakukan proses pembersihan data (data cleansing) dan diolah menjadi informasi yang dapat digunakan.
Baca Juga: 10 Daerah dengan Biaya Konstruksi Termahal 2025, Semua dari Papua
Sumber:
https://kontras.org/laporan/catatan-hari-ham-2025-katastrofe-hak-asasi-manusia