Pilihan berpakaian Gen Z semakin mencerminkan pendekatan yang praktis dan fungsional. Di tengah arus tren yang cepat berubah, generasi ini cenderung menempatkan kenyamanan sebagai pertimbangan utama, alih-alih semata mengikuti gaya visual. Data survei menunjukkan bahwa keputusan fashion Gen Z didorong oleh kebutuhan personal yang terasa langsung dalam aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan hasil survei, kenyamanan menjadi faktor terpenting dalam memilih pakaian. Sebanyak 79% responden menyatakan bahwa rasa nyaman adalah hal utama yang mereka cari saat membeli atau mengenakan busana. Temuan ini menegaskan bahwa bagi Gen Z, pakaian harus mampu menunjang aktivitas sekaligus memberi rasa aman dan bebas bergerak.
Baca Juga: Perbandingan Preferensi Fashion Lokal Laki-laki Vs Perempuan Indonesia 2025
Di urutan berikutnya, harga yang terjangkau dipilih oleh 65% responden. Faktor ekonomi masih memegang peranan penting, menunjukkan bahwa Gen Z cenderung selektif dan rasional dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan fashion. Selain itu, kualitas material dan daya tahan juga menjadi pertimbangan signifikan dengan 61%, menandakan meningkatnya kesadaran akan nilai guna jangka panjang.
Aspek visual tetap memiliki tempat, meski bukan yang utama. Desain yang sederhana namun tetap menarik dipilih oleh 58% Gen Z, mencerminkan preferensi terhadap gaya minimalis yang mudah dipadukan. Sementara itu, potongan pakaian yang pas di badan menjadi perhatian bagi 54% responden, menegaskan pentingnya kenyamanan yang selaras dengan tampilan.
Di sisi lain, faktor fleksibilitas juga cukup diperhitungkan. Sebanyak 42% responden menyukai pakaian yang mudah dipadupadankan, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Adapun kesesuaian dengan kepribadian berada di posisi terakhir dengan 41%, menunjukkan bahwa ekspresi diri tetap relevan meski tidak menjadi prioritas utama.
Survei ini melibatkan 1.158 responden dari kalangan Gen Z dan dilaksanakan pada 10–12 Desember 2025 melalui kuesioner daring yang diakses menggunakan aplikasi mobile Jakpat. Sampel disusun berdasarkan proporsi pengguna internet di Indonesia, dengan margin of error di bawah 5%.
Secara keseluruhan, temuan ini menggambarkan bahwa bagi Gen Z, fashion berangkat dari kebutuhan dasar akan kenyamanan dan fungsi. Gaya berpakaian tidak lagi sekadar soal tampilan, melainkan bagian dari cara generasi muda menyesuaikan diri dengan ritme hidup yang dinamis dan praktis.
Baca Juga: Tak Lagi Apatis, Generasi Muda Kian "Melek" Ikuti Isu Politik di Media Sosial
Sumber:
https://insight.jakpat.net/gen-z-characteristics-and-behaviors-outlook-2026/