Perbandingan Preferensi Fashion Lokal Laki-laki Vs Perempuan Indonesia 2025

Selain pakaian kasual, perempuan lebih suka menggunakan tas buatan lokal, sedangkan laki-laki lebih suka pakaian formal merek dalam negeri

Preferensi Penggunaan Produk Fashion Lokal Berdasarkan Gender

(Tahun 2025)

Saat ini, pilihan produk fashion lokal tidak hanya dipengaruhi oleh tren dan harga, tetapi juga oleh kebutuhan serta preferensi masing-masing kelompok konsumen. Perbedaan aktivitas sehari-hari dan gaya berpakaian mendorong pola konsumsi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam menggunakan serta membeli produk fashion lokal.

Jakpat melakukan survei untuk memahami perbedaan preferensi tersebut. Survei ini melibatkan 856 responden konsumen produk fashion lokal pada 24-25 Juli 2025 melalui aplikasi Jakpat Mobile dengan margin of error di bawah 5%.

Baca Juga: Belanja Fashion Publik Indonesia Turun di Ramadan 2025, Imbas Kenaikan PPN?

Pakaian kasual menjadi kategori yang paling banyak digunakan secara keseluruhan baik dari oleh perempuan dan laki-laki, dengan tingkat penggunaan mencapai 69%. Konsumsi kategori ini relatif seimbang, yakni dengan 68% responden perempuan menggunakan pakaian kasual merek lokal dan 69% di kalangan laki-laki.

Hal serupa ditemukan pada kategori alas kaki meski tingkat penggunaannya hanya mencapai 50%. Tingkat penggunaan antara perempuan dan laki-laki hampir seimbang, dengan 51% responden perempuan dan 50% responden laki-laki, memakai kaos kaki buatan dalam negeri. Data tersebut menunjukkan bahwa pakaian kasual dan alas kaki bersifat universal dan digunakan lintas gender.

Perbedaan preferensi antara perempuan dan laki-laki dapat mulai terlihat pada kategori tas dengan total penggunaan keseluruhan sebesar 60%. Kategori ini lebih banyak digunakan oleh perempuan sebanyak 68% dibandingkan laki-laki hanya sekitar 52%.

Pola serupa juga terlihat pada pakaian muslim dengan total 51%, di mana 60% responden perempuan menyatakan menggunakan atau membeli produk fashion muslim lokal, sementara itu responden laki-laki menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni 42%.

Sebaliknya, pakaian formal buatan dalam negeri lebih banyak digunakan oleh laki-laki yakni 55% dibanding perempuan yang hanya tercatat sekitar 44%. Hal ini mencerminkan kebutuhan berpakaian secara formal yang lebih didominasi pada aktivitas kerja laki-laki.

Sementara itu, penggunaan pakaian dalam merek lokal juga menunjukkan adanya dominasi perempuan dengan tingkat penggunaan 54%, tinggi dibandingkan dengan tingkat penggunaan atau pembelian laki-laki (35%).

Pada kategori aksesori total tingkat pengguna sebanyak 44% dan perbedaan preferensi berdasarkan gender di kategori ini tidak terlalu jauh, yakni 45% perempuan dan 43% laki-laki.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa preferensi fashion lokal di Indonesia masih dipengaruhi oleh jenis kelamin, baik dari sisi kategori produk maupun merek yang digunakan.

Baca Juga: Warga Indonesia Habiskan Kurang dari Rp500 Ribu untuk Fashion

Sumber:

https://insight.jakpat.net/local-product-shopping-behavior-in-indonesia/

Ghina Sakha Karimani
Ditulis oleh Ghina Sakha Karimani

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc