10 Alasan Publik RI Gunakan Pinjol 2026, Kebutuhan Mendesak Nomor 1

Sebanyak 22,8% publik Indonesia menggunakan pinjol untuk memenuhi kebutuhan mendesaknya, diikuti oleh 18,3% yang beralasan belanja sehari-hari.

10 Alasan Publik RI Gunakan Pinjol

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan publikasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), adopsi publik Indonesia terhadap aplikasi pinjaman online (pinjol) cukup rendah. Mayoritas publik Indonesia enggan menggunakan layanan keuangan digital tersebut ketika membutuhkan dana tambahan.

Hal ini terlihat dari dominasi responden yang menjawab tidak saat ditanya terkait penggunaan layanan pinjaman daring tersebut, dengan persentase penolakan mencapai 93,4%.

Dengan ini, hanya terdapat 6,6% responden yang aktif memanfaatkan aplikasi pinjol untuk menunjang kebutuhan finansial mereka. Dari angka tersebut, terdapat beragam alasan spesifik yang melatarbelakangi penggunaan fasilitas kredit digital ini.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Utang Pinjol Tertinggi 2025, Jawa Barat Teratas

Memenuhi kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan dan terjerat utang menjadi alasan utama mayoritas responden Indonesia. Proporsi publik yang mengandalkan pinjol untuk urusan darurat menempati urutan teratas dengan angka 22,8%.

Di bawahnya, belanja barang kebutuhan sehari-hari berada di posisi kedua sebagai motif penggunaan pinjol dengan persentase menyentuh 18,3%.

Selanjutnya, keinginan membeli barang dengan cicilan tanpa kartu kredit mencatatkan angka 17,6%, sekaligus melengkapi daftar tiga besar pemeringkatan alasan pengguna pinjol di Indonesia pada tahun 2026 ini.

Selain ketiga alasan utama tersebut, faktor kepraktisan dengan alasan proses pengajuannya mudah dan cepat bertengger di posisi keempat dengan perolehan sebesar 15,9%.

Sementara itu, dorongan karena promosi atau diskon dari layanan pinjaman daring turut menarik 10,3% responden, disusul oleh kebutuhan untuk membayar tagihan rutin (listrik dan air) dengan porsi pengguna sebesar 8,4%.

Faktor keterbatasan inklusi keuangan berupa tidak memiliki akses ke layanan pinjaman konvensional, seperti bank menjadi pilihan bagi 2,3% responden. Dengan persentase yang sama, sebanyak 2,3% publik tercatat meminjam uang dari pinjol untuk tambahan modal usaha.

Adapun motif tersier seperti pemenuhan tuntutan gaya hidup untuk liburan atau hiburan menjadi alasan bagi 2,0% responden. Kemudian, alasan untuk membeli pulsa menjadi penutup pemeringkatan alasan penggunaan aplikasi pinjaman online pada tahun 2026 ini dengan porsi yang paling sedikit, yaitu hanya 0,1%.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 8.700 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi pada 1 Februari-15 Maret 2026. Metode penentuan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 1,1%.

Baca Juga: Kalahkan Gen Z, Mayoritas Pengguna Pinjol 2025 adalah Milenial

Sumber:

https://survei.apjii.or.id/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook