Pinjaman online (pinjol) semakin menjadi pilihan sebagian masyarakat dalam memperoleh uang instan. Kemudahan pengajuan, proses yang cepat, dan minimnya persyaratan membuat pinjol semakin populer di tengah banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.
Survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa 8,21% responden tercatat menggunakan layanan pinjol pada 2025, sedikit meningkat dari 2024 yang hanya 5,42%.
Menariknya, pengguna pinjol Indonesia didominasi oleh Milenial, mencapai 45,15%, mengungguli Gen Z yang sebanyak 41,45%. Jika Gen Z banyak dicap sebagai generasi paling rentan terhadap pinjol, data APJII ini justru berkata lain.
Setelah Gen Z, Gen X menyumbang 11,75% pengguna, diikuti oleh Baby Boomers sebanyak 1,65%.
Ditinjau berdasarkan pengeluarannya, mayoritas pengguna pinjol berasal dari kelas menengah dengan pengeluaran Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta, dengan persentase mencapai 21,44%. Sementara itu, responden pengeluaran di atas Rp6 juta jadi pengguna terendah, hanya 2,47%.
Tujuan penggunaan pinjol ini juga cenderung beragam. Sekitar 23,02% responden menggunakan pijol untuk membeli barang dengan cicilan tanpa perlu menggunakan kartu kredit. Ada pula 21,77% responden yang meminjam uang secara daring untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan mendadak dan membayar utang.
Tujuan lain penggunaan pinjol meliputi belanja barang kebutuhan sehari-hari (17,73%), diskon dan promosi (12,13%), kemudahan pengajuan (9,33%), untuk membayar tagihan (7,62%), untuk memenuhi gaya hidup (2,18%), hingga sebagai modal usaha (1,87%).
Adapun survei dilakukan pada 10 April sampai 16 Juli 2025 dengan melibatkan 8.700 responden warga negara Indonesia berusia minimal 13 tahun melalui wawancara tatap muka dengan margin of error sebesar 1,1%. Pemilihan responden dilakukan dengan metode multistage random sampling.
Baca Juga: Intip 10 Provinsi dengan Utang Pinjol Tertinggi 2025
Sumber:
https://survei.apjii.or.id/survei/group/11