10 Wilayah Kepolisian dengan Kasus Kejahatan Terbanyak di Indonesia

Polda Metro Jaya tempati posisi teratas daerah paling rawan kejahatan di Indonesia, dengan 77.261 kasus kejahatan terlapor sepanjang tahun 2024.

10 Wilayah Kepolisian dengan Kasus Kejahatan Terbanyak di Indonesia

(Tahun 2024)

Tingkat kerawanan kejahatan merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di suatu wilayah. Seiring dengan tingginya dinamika sosial-ekonomi dan laju mobilitas penduduk, potensi munculnya tindak pidana turut mengalami variasi di berbagai daerah.

Berdasarkan data kepolisian yang dirangkum dalam Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah kejahatan terlapor sepanjang tahun 2024, sebaran tingkat kerawanan tercatat cukup signifikan, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi.

Indikator kejahatan terlapor ini memotret sejauh mana tantangan penegakan hukum dan tingkat kerawanan sosial yang dihadapi oleh institusi kepolisian di masing-masing wilayah hukum (Polda).

Polda Metro Jaya menduduki posisi puncak sebagai wilayah paling rawan kejahatan di tanah air. Sebagai pusat gravitasi ekonomi dan permukiman mega-urban, wilayah hukum ini mencatatkan angka kejahatan terlapor tertinggi, yakni mencapai 77.261 kasus.

Tingginya angka ini berbanding lurus dengan masifnya aktivitas masyarakat serta tingginya kompleksitas permasalahan perkotaan di kawasan megapolitan Jakarta dan sekitarnya.

Polda Sumatra Utara menempel di posisi kedua skala nasional. Provinsi dengan pusat pertumbuhan ekonomi utama di Pulau Sumatra ini menorehkan angka kejahatan terlapor yang tergolong tinggi, yaitu sebesar 60.724 kasus.

Selanjutnya, Polda Jawa Timur berada di peringkat ketiga dalam daftar daerah paling rawan kejahatan tahun 2025. Wilayah dengan cakupan geografis dan populasi yang besar ini mencatatkan jumlah tindak pidana terlapor sebanyak 60.102 kasus.

Polda Jawa Tengah menyusul di urutan keempat dengan capaian angka kejahatan terlapor sebanyak 41.460 kasus. Luasnya wilayah permukiman serta tingginya arus lalu lintas antardaerah turut memengaruhi dinamika kriminalitas di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kejahatan terhadap Lansia Meningkat pada 2025

Bergeser ke kawasan Indonesia bagian tengah, Polda Sulawesi Selatan mengamankan posisi kelima nasional. Sebagai pusat hub ekonomi dan titik kumpul mobilitas di Indonesia Timur, Sulawesi Selatan mencatatkan total 39.443 kasus kejahatan terlapor.

Polda Jawa Barat berada di posisi keenam dalam daftar ini. Meskipun memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat mencatatkan angka kejahatan terlapor sebanyak 37.636 kasus.

Sementara itu, Polda Sumatra Selatan menempati bangku ketujuh provinsi dengan kasus kejahatan terbanyak, dengan total kejahatan terlapor sebesar 25.154 kasus.

Polda Riau berada persis di bawah Sumatra Selatan, menempati urutan kedelapan. Provinsi yang kaya akan sumber daya alam serta kawasan industri ini mencatatkan jumlah kejahatan terlapor sebesar 17.799 kasus.

Polda Lampung menduduki bangku kesembilan dalam daftar wilayah paling rawan kriminalitas. Daerah gerbang utama Pulau Sumatra ini membukukan angka kejahatan terlapor sebanyak 16.249 kasus.

Polda Papua melengkapi daftar 10 besar daerah dengan tingkat kejahatan terlapor tertinggi di Indonesia. Provinsi di ujung timur Indonesia ini mencatatkan sebanyak 13.922 kasus kejahatan sepanjang tahun 2024.

Secara keseluruhan, pemetaan data kejahatan ini memberikan gambaran krusial mengenai daerah-daerah yang memerlukan perhatian ekstra dalam pemeliharaan keamanan. Tingginya angka laporan di wilayah urban dan pusat pertumbuhan menunjukkan perlunya penguatan sistem keamanan terpadu.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menggalakkan upaya preventif.
Pemerintah dan jajaran kepolisian diharapkan dapat terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pengawasan serta respons cepat demi menekan angka kriminalitas.

Lingkungan yang aman dan kondusif diyakini akan menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan sosio-ekonomi di seluruh daerah Indonesia.

Baca Juga: Jumlah Kejahatan Meningkat pada Semester I 2026, Penganiayaan Jadi Kasus dengan Laporan Terbanyak

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html

Revaldy Maulana Latumeten
Ditulis oleh Revaldy Maulana Latumeten

Words with Intent. Stories with Impact. Journalist & Media Producer.

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc