Siapa Tokoh dengan Elektabilitas Presiden Tertinggi 2026?
Dedi Mulyadi unggul dalam elektabilitas calon presiden pada 2026 sebesar 42%. Prabowo Subianto dan Anies Baswedan menyusul dengan masing-masing 15% dan 10%.
Tokoh Politik dengan Elektabilitas Presiden Tertinggi
(Tahun 2026)
Unduh
Pemilihan presiden adalah kompas penentu arah kepemimpinan dan kebijakan Indonesia. Menjelang kontestasi, elektabilitas menjadi salah satu gambaran preferensi publik yang dapat berubah mengikuti penilaian terhadap karakter, kinerja, dan isu yang berkembang.
Preferensi ini terekam dalam survei Tempo Data Science bertajuk Survei Publik terhadap Kinerja Pemerintah dan Dinamika Politik Nasional yang digelar pada 31 Juli-11 Agustus 2026. Melalui wawancara tatap muka terhadap 1.260 responden di 38 provinsi, survei ini memiliki sampling error sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil survei menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi mengalami peningkatan dari 19% pada Desember 2025 menjadi 24% pada Maret 2026, lalu mencapai 42% pada Agustus 2026. Pada saat survei dilakukan, Dedi unggul di semua kelompok usia dengan elektabilitas terkuat sebesar 53% pada responden berusia 36-40 tahun.
Keunggulan Dedi turut terlihat di Pulau Jawa, terutama di Banten yang mencatat elektabilitas sebesar 68%. Tingginya angka tersebut muncul di tengah kuatnya eksposur Dedi dalam menampilkan kedekatannya dengan masyarakat melalui media sosial, mulai dari interaksi langsung hingga berbagai aktivitas sehari-hari.
Berbanding terbalik dengan Dedi, elektabilitas Prabowo Subianto justru menurun dari 48% pada Desember 2025 menjadi 37% pada Maret 2026, lalu 15% pada Agustus 2026. Meski demikian, Prabowo masih mencatat elektabilitas terkuat sebesar 29% pada kelompok usia di atas 60 tahun dan mendapat dukungan tertinggi di Sulawesi sebesar 33%.
Penurunan elektabilitas Prabowo berlangsung bersamaan dengan merosotnya kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, yang tercatat sebesar 37% pada Agustus 2026. Mahalnya kebutuhan pokok dan sulitnya lapangan pekerjaan menjadi alasan utama ketidakpuasan masyarakat.
Baca Juga: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo-Gibran Anjlok Jadi 37%
Anies Baswedan berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 10% pada Agustus 2026. Di luar elektabilitas, 40% responden menilai Anies sebagai tokoh yang dekat dengan rakyat, sementara dukungannya mencapai 11% jika pilihan pertama responden tidak ikut kontestasi dan 13% ketika Dedi Mulyadi tidak maju.
Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka mencatat 6%, disusul Ganjar Pranowo dan Sherly Tjoanda yang masing-masing memperoleh 4%. Ketiganya berada pada jajaran perolehan suara teratas dalam simulasi calon presiden tersebut.
Di bawahnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meraih 3%, sedangkan Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa masing-masing memperoleh 2% dan 1%. Adapun 5% responden masih belum memutuskan pilihan calon presiden.
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Huriah, menilai hasil survei tersebut merupakan gambaran preferensi politik publik saat ini, bukan prediksi Pemilu 2029. Perilaku pemilih yang mudah berubah, kandidat yang belum final, dinamika koalisi, serta isu politik yang masih berkembang membuat hasil elektabilitas saat ini belum mencerminkan pilihan pada kontestasi mendatang.
Baca Juga: Jika Pemilu Digelar Sekarang, Siapa yang Jadi Pilihan Publik RI?
Sumber:
https://www.youtube.com/live/SyUvBkZ4Qno?si=jDLPPajoPT5LeZZH
Key Insights
- Peningkatan elektabilitas Dedi Mulyadi yang signifikan dari 19% menjadi 42% dalam delapan bulan menunjukkan respons positif publik terhadap strategi personal branding-nya di media sosial.
- Penurunan elektabilitas Prabowo Subianto yang drastis dari 48% menjadi 15% berkorelasi langsung dengan merosotnya kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahannya.
- Meskipun elektabilitasnya di urutan ketiga, Anies Baswedan memiliki basis dukungan loyal yang siap memilihnya jika kandidat lain tidak maju.
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Daerah Terkaya di Jawa Timur 2025, Kota Kediri di Puncak
10 Daerah Penghasil Kopi Arabika Terbesar di Jawa Barat 2025
10 Wilayah dengan Jumlah Laporan Kejahatan Terbanyak di Jawa Tengah
Harga BBM Swasta September 2026, Berapa Selisihnya dengan Pertamina?