Independensi Media Terancam, 70% Publik Global Sepakat Politisi Pengaruhi Hasil Berita

70% responden global yakini bahwa politisi dan kepemilikan media sangat berpengaruh pada pemberitaan.

Kelompok yang Memengaruhi Hasil Pemberitaan

(2026)

Hasil survei online Yougov yang termuat dalam publikasi Reuters Institute Digital News Report 2026 melaporkan bahwa gejolak geopolitik, ekonomi dan teknologi membuat para pembaca berita global merasa khawatir dan tidak nyaman.

Perubahan dunia yang cepat memicu media berita memperbarui berita sepanjang waktu, termasuk perilaku konsumsi ke arah media sosial, video bahkan Kecerdasan Buatan (AI).

Survei dilakukan dari pertengahan Januari hingga akhir Februari 2026 terhadap 48 negara dengan masing-masing kurang lebih dua ribu responden. Responden dari 29 negara yang memercayai berita turun secara signifikan per awal tahun 2026 menjadi 37% setelah stabil 40% selama tiga tahun. Angka ini menjadi yang terendah sejak survei tahun 2015.

Baca Juga: Negara yang Paling Percaya pada Media

Sebanyak 52 ribu responden dari 26 negara memilih pemilik media dan politisi sebagai kelompok yang paling memengaruhi sebuah berita di antara empat kelompok lainnya, masing-masing menyentuh angka 70%. Australia mendominasi dua kelompok teratas tersebut, 77% untuk pemilik media dan 74% untuk politisi.

“Jurnalisme harusnya bersifat netral dan objektif, namun hal tersebut tidak terjadi karena media dimiliki oleh orang atau entitas yang memiliki motivasi politik dan agenda tertentu. Narasi dimanipulasi dan diputarbalikkan untuk mencapai tujuan subjektif tersebut,” jawab seorang narasumber perempuan (65) dari Australia.

Lebih lanjut, kelompok pengiklan berada di posisi kedua dengan persentase sebesar 59% yang diikuti oleh para ahli sebesar 57%.

Kelompok aktivis dan kriminal menutup daftar kelompok yang paling memengaruhi hasil pemberitaan dengan masing-masing persentase sebesar 50% dan 44%. Dalam hal ini, responden Kroasia mendominasi pilihan atas kelompok kriminal dan terkadang 63% lainnya menghindari membaca berita.

Faktor pengaruh tersebut didukung oleh kekhawatiran akan banyaknya berita hoaks yang meningkat 4% pada awal tahun 2026 menjadi 62% dari responden global, paling tinggi berasal dari responden Nigeria dan Kenya.

Filipina, Tailan, Peru dan Polandia termasuk ke dalam negara dengan penurunan kepercayaan terbesar yang di sebagian disebabkan oleh serangan langsung terhadap media dan jurnalis individu. Adanya ketidakstabilan politik dan pemilihan umum ikut turut mendukung penurunan tersebut.

Baca Juga: Media Sosial Jadi Sumber Utama Informasi Politik Publik RI 2026

Sumber:

https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/digital-news-report/2026

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc