10 Wilayah Paling Minim Penduduk Miskin di Sumatra Selatan 2025

Kota Pagar Alam jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Sumatra Selatan pada 2025, yakni 7,70%.

10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di Sumatra Selatan

(Tahun 2025)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tercatat sebesar 8,25% pada September 2025. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang masih berada di level 8,57%.

Meski menunjukkan perbaikan, kemiskinan masih lebih banyak terjadi di wilayah perdesaan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di perdesaan mencapai 10,72%, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang tercatat sebesar 6,60%.

Di Sumatra Selatan, Kota Pagar Alam menjadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah pada 2025, yakni sebanyak 7,70%. Jumlahnya jauh lebih rendah dibanding rata-rata provinsi di angka 10,15%.

Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Di bawahnya, Kabupaten Banyuasin mencatatkan angka kemiskinan sebesar 8,48%, diikuti Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dengan 8,86% dan Kota Palembang sebesar 9,04%.

Daftar lima besar wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah ditutup oleh Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dengan 9,17%.

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir mengisi bangku keenam dengan persentase penduduk miskin sebesar 9,27%, diikuti Kabupaten Muara Enim (9,45%), Kota Prabumulih (9,75%), dan Kabupaten Musi Banyuasin (9,97%).

Kabupaten Ogan Komering Ulu menutup daftar 10 besar wilayah paling minim penduduk miskin di Sumatra Selatan dengan capaian 10,08%.

Sebaliknya, Kabupaten Musi Rawas Utara jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terbesar di Sumatra Selatan, mencapai 15,25%, disusul Kabupaten Lahat (13,69%) dan Kabupaten Musi Rawas (12,67%).

Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html

Agnes Z. Yonatan
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc