Tidak semua masyarakat Indonesia bekerja dengan ikatan kerja tetap di suatu perusahaan. Sebagian bekerja secara mandiri dengan menawarkan jasa, baik yang bersifat tradisional maupun profesional. Kelompok pekerja ini dikenal sebagai pekerja bebas. Dibandingkan pekerja formal, mereka umumnya memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam menentukan waktu, tempat, hingga jumlah pekerjaan yang diambil.
Berbeda dengan pekerja yang menerima upah atau gaji, imbalan yang diterima pekerja bebas disebut sebagai pendapatan. Besarnya pendapatan juga tidak diatur melalui ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP), melainkan bergantung pada jenis pekerjaan, banyaknya proyek atau pelanggan, serta produktivitas masing-masing pekerja. Lantas, berapa pendapatan pekerja bebas di Indonesia?
Baca Juga: Gaji Pekerja Laki-laki dan Perempuan Terpaut Rp755 Ribu pada Februari 2026
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja bebas di Indonesia mencapai 13,60 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28,78% memiliki pendapatan kurang dari Rp1 juta per bulan. Sementara 34,95% memperoleh pendapatan Rp1–Rp1,9 juta, 22,25% berada pada kisaran Rp2–Rp2,9 juta, dan hanya 14,02% yang memperoleh pendapatan di atas Rp3 juta per bulan.
Distribusi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pekerja bebas masih memiliki pendapatan relatif rendah. Sekitar 63,73% di antaranya memperoleh pendapatan di bawah Rp2 juta per bulan. Angka ini tentu relatif di bawah rata-rata pekerja yang digaji Rp3,3 juta per bulan berdasarkan rata-rata UMP 38 provinsi.
Pekerja bebas mencakup berbagai profesi, termasuk freelancer seperti desainer grafis, penulis lepas, programmer, editor, dan penerjemah, hingga pekerja jasa tradisional seperti tukang ojek non-aplikasi, sopir angkot, dan tukang bangunan. Meskipun berada dalam kelompok yang sama, tingkat pendapatan antarprofesi dapat berbeda, bergantung pada keahlian, pengalaman, dan peluang pekerjaan yang dimiliki.
Baca Juga: Gaji Pekerja Menurut Tingkat Pendidikan Februari 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/06/26/ac066d2d142635291f5c2bce/statistik-pendapatan-februari-2026.html