Menjelang akhir 2025, dinamika harga kembali menjadi perhatian utama masyarakat dan pembuat kebijakan. Setelah beberapa bulan menunjukkan tren yang relatif terkendali, laju inflasi Indonesia mengalami kenaikan pada Desember 2025.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,92% year-on-year (yoy) pada Desember 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,92. Sementara itu, secara bulanan Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,64%.
Inflasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2025. Pada Januari 2025, inflasi tercatat sebesar 0,76% yoy, yang kemudian terkontraksi hingga 0,09% yoy pada bulan berikutnya.
Laju inflasi kembali menguat pada Maret 2025 menjadi 1,03% yoy, dan terus naik menjadi 1,95% yoy pada bulan berikutnya. Memasuki Mei, laju inflasi sedikit melemah menjadi 1,6% yoy, yang kemudian naik menjadi 1,87% yoy pada Juni 2025.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi November 2025
Sejak pertengahan tahun, laju inflasi Indonesia konsisten di atas angka 2%. Pada Juli, laju inflasi naik menjadi 2,37%, dan naik hingga mencapai 2,86% per Oktober 2025. Akhir tahun ditutup dengan laju inflasi tahunan tertinggi, dengan seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi. Inflasi tahunan tertinggi dialami Aceh sebesar 6,71% per Desember 2025, sedangkan terendah di Sulawesi Utara sebesar 1,23%.
Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, Kota Gunungsitoli mengalami inflasi tertinggi, mencapai 10,84% yoy, sedangkan terendah di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara yang sebesar 0,38%.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tahunan tertinggi, mencapai 13,33%, disusul makanan, minuman, dan tembakau dengan 4,58%.
Baca Juga: Daftar Lengkap Kenaikan UMP 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/01/05/2527/inflasi-year-on-year--y-on-y--pada-desember-2025-sebesar-2-92-persen.html