Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Mei 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), total luas panen padi pada Januari-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare (ha). Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 8,31 juta ha.
Secara tahunan, kenaikannya memang relatif tipis, yakni sekitar 0,04 juta hektare atau 0,43%.
Luas panen padi pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,57 juta ha. Angka tersebut kemudian meningkat cukup tajam menjadi 0,94 juta hektare pada Februari dan mencapai 1,61 juta ha pada Maret.
Baca Juga: Produksi Beras Indonesia Diproyeksi Tembus 19 Juta Ton Semester I 2026
Luas panen tahun ini turun tipis pada April 2026 menjadi 1,40 juta ha. Meski begitu, dalam waktu tiga bulan, luas panen meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan posisi Januari.
Setelah mencapai puncaknya, luas panen mulai menurun pada Mei 2026. Realisasi luas panen pada bulan tersebut tercatat sebesar 0,96 juta ha, turun sekitar 0,02 juta ha atau 2,35% dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 0,98 juta ha.
Memasuki pertengahan tahun, luas panen diperkirakan kembali menurun menjadi 0,82 juta ha pada Juni. Namun, angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 0,93 juta ha pada Juli dan 1,12 juta hektare pada Agustus 2026.
Perlu dicatat, angka Januari hingga Mei 2026 merupakan realisasi, sementara data Juni masih berstatus angka sementara. Adapun angka Juli dan Agustus merupakan potensi luas panen sehingga masih dapat mengalami perubahan.
Menariknya, jika dibandingkan dengan 2024 dan 2025, pola luas panen pada 2026 menunjukkan perbedaan waktu puncak panen. Pada 2024, luas panen tertinggi terjadi pada April dengan 1,71 juta ha. Sementara pada 2025, puncaknya berlangsung lebih awal pada Maret dengan luas 1,67 juta ha.
Baca Juga: 5 Provinsi dengan Produksi Padi Tertinggi 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/07/01/2586/luas-panen-dan-produksi-padi.html