Miliki Tebal 5 mm, Ini Rincian Berat Medali Asian Games 2026 yang Unik
Kepingan emas pada Asian Games 2026 menjadi medali paling berat dengan bobot mencapai 265 gram.
Perbandingan Berat Kepingan Medali Asian Games
(Tahun 2026)
Unduh
Perhelatan Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi para atlet terbaik se-Asia, melainkan juga simbol kebanggaan lewat mahakarya medalinya. Setiap keping tanda kehormatan yang diperebutkan di ajang ini menyimpan angka unik serta pendekatan keberlanjutan lingkungan yang matang.
Dirancang oleh desainer ternama Daisuke Shiba, seluruh medali tahun ini memiliki dimensi seragam dengan diameter 80 mm dan ketebalan 5 mm. Jika dibedah, ketiga kategori medali ini memiliki karakteristik bobot dan material yang berbeda.
Medali emas menjadi yang paling berat dengan bobot ±265 gram, yang dibuat menggunakan perak murni berlapis minimal 1 gram emas asli. Berada tipis di bawahnya, medali perak memiliki berat ±264 gram yang seluruhnya memanfaatkan material perak murni.
Baca Juga: Update Medali Asian Games 2026 29 September: Raih Emas Ketiga, RI Masih di Posisi 15
Sementara itu, medali perunggu memiliki bobot paling ringan, yaitu ±222 gram, dengan komposisi kuningan merah (red brass) yang terdiri atas 95% tembaga dan 5% seng.
Daya tarik utama medali ini terletak pada filosofi bentuknya yang terinspirasi dari slogan "Imagine One Asia". Permukaannya sengaja dibuat bertekstur kasar menyerupai pecahan keramik yang disusun kembali.
Pola visual ini melambangkan kepingan kerja keras, rasa sakit, dan air mata para atlet yang akhirnya mengkristal menjadi sebuah pencapaian di podium tertinggi. Nilainya kian bermakna karena proyek ini menerapkan prinsip circular economy, di mana sebagian bahan logamnya diekstraksi langsung dari hasil daur ulang perangkat elektronik kecil yang disumbangkan oleh warga Jepang.
Setiap medali kemudian dibalut tali bermotif bunga kakitsubata dan disimpan dalam kotak kayu segi delapan dari pohon cemara (hinoki) asli Prefektur Aichi.
Sentuhan mahakarya bernilai tinggi ini pada akhirnya sukses mendarat ke tangan para ksatria olahraga tanah air. Melalui perjuangan yang selaras dengan filosofi tangguh medali tersebut, Kontingen Indonesia berhasil mengamankan total 30 medali dan bertengger di peringkat ke-15 klasemen.
Hingga akhir September 2026, Indonesia tercatat mengoleksi 3 medali emas, 7 perak, dan 20 perunggu. Kilau medali emas pertama berhasil dibawa pulang oleh tim bulu tangkis melalui performa luar biasa beregu putra.
Menyusul tradisi tersebut, medali emas kedua diraih secara spektakuler oleh Rahmat Erwin Abdullah dari cabang angkat besi (weightlifting) kelas 75 kg, yang sekaligus memecahkan rekor dunia.
Melengkapi kejayaan Indonesia, pasangan ganda putra Daniel Marthin / Leo Rolly Carnando sukses mempersembahkan medali emas ketiga setelah memenangkan laga puncak yang sengit.
Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa kepingan perjuangan atlet Indonesia telah mengkristal sempurna di Aichi-Nagoya.
Baca Juga: Atlet Gen Z Dominasi Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Sumber:
https://www.aichi-nagoya2026.org/medal/
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama
IT & Sports Enthusiast
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Jakarta Timur Punya JPO Paling Banyak di Ibu Kota
RAPBN 2027: Jawa Akan Jadi Wilayah dengan Penerima MBG Terbanyak