Tembus 1,07 Ribu, Industri Makanan Dominasi Perusahaan Manufaktur di Jawa Tengah 2025

Industri makanan menjadi kategori industri manufaktur terbanyak di Jawa Tengah dengan total mencapai 1,07 ribu unit perusahaan.

10 Jenis Industri Manufaktur di Jawa Tengah dengan Jumlah Perusahaan Terbanyak.

(Tahun 2025)

Salah satu sektor yang berperan penting dalam menunjang perekonomian nasional, termasuk di Jawa Tengah, adalah industri manufaktur. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah merilis Perkembangan Indeks Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang 2025 yang memantau perkembangan kondisi manufaktur melalui indikator indeks produksi, nilai output, jumlah tenaga kerja, dan produktivitas.

Sektor yang dapat dikategorikan sebagai industri manufaktur adalah industri yang memproses bahan baku secara kimia, mekanis, ataupun manual menjadi barang jadi dan barang setengah jadi. Kegiatan manufaktur memungkinkan untuk mengubah barang yang nilainya lebih rendah menjadi barang yang bernilai lebih tinggi, cakupannya dapat berupa jasa industri (makloon) dan perakitan (assembling).

Pada tahun 2025, sektor industri manufaktur berkontribusi sebesar 19,07% berdasarkan distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku terhadap perekonomian Indonesia. Sepanjang Triwulan I-IV 2025, sebanyak 33,39% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah didominasi oleh industri manufaktur.

Baca Juga: Ekspansi Manufaktur Meroket, Indonesia Habiskan US$20 Miliar untuk Impor Mesin per Semester I 2026

Dominasi tersebut didukung oleh pertumbuhan PDRB Jawa Tengah sebesar 5,37% dan nilai tambah sektor industri manufaktur 4,06%.

Sejak tahun 2023, jumlah perusahaan industri makanan terus bertambah, menjadikannya kelompok industri manufaktur terbanyak dengan total hingga 1.074 usaha per tahun 2025, bertambah sebanyak 66 perusahaan dari tahun sebelumnya. Sementara itu, industri pakaian jadi menempati posisi kedua dengan total hingga 616.

Industri furnitur berada pada urutan ketiga sebanyak 493, selisih tidak jauh dengan industri tekstil yang berada di bawahnya sejumlah 445. Industri karet, barang karet dan plastik menyusul total 329 dan diikuti oleh industri kayu, gabus, dan anyaman rotan hingga 324.

Selanjutnya, industri manufaktur tembakau berada pada urutan ketujuh sebanyak 289 usaha, disusul oleh industri barang galian bukan logam dengan total 260 perusahaan.

Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menutup daftar jumlah perusahaan berdasarkan jenis industri manufaktur terbanyak di Jawa Tengah dengan total hingga 200 usaha, sedangkan industri manufaktur lainnya yang tidak terkelompokkan mencapai sejumlah 222 perusahaan.

Jumlah angka perusahaan industri manufaktur yang bertambah menunjukkan peranan dan besarnya industri manufaktur sebagai penggerak utama kegiatan ekonomi di Jawa Tengah.

Baca Juga: Jadi Tulang Punggung PDB 2025, Sektor Manufaktur Apa yang Paling Banyak Serap Tenaga Kerja?

Sumber:

https://jateng.bps.go.id/id/publication/2026/08/18/aff36b004140b44ac035ec86/perkembangan-indeks-produksi-industri-besar-sedang-provinsi-jawa-tengah-2023-2025.html

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc